JATENG.NASDEM.ID – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Ukraina Kak Sugeng Suparwoto mengatakan Indonesia dan Ukraina memiliki potensi kerja sama yang perlu semakin ditingkatkan.
Ketua Komisi VII DPR RI itu menjelaskan bahwa berbagai bidang keja sama di bidang ekonomi, budaya, pendidikan dan teknologi. Dalam bidang teknologi, misalnya teknologi pertahanan, pertanian, termasuk teknologi pengolahan minyak nabati memiliki potensi yang besar.
“Teknologi itu sangat diperlukan Indonesia. Sebaliknya kita juga bisa terus-menerus mengembangkan kerja sama. Ukraina sebagai negara Eropa Timur merupakan pintu kita ke Eropa Barat dan seterusnya,” ujar Kak Sugeng usai pertemuan GKSB DPR RI-Parlemen Ukraina dengan Dubes Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamiamin, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1).
Ketua Pemenangan Pemilu Jawa III DPP Partai NasDem tersebut juga menekankan bahwa Indonesia dan Ukraina sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral, termasuk dalam membangun isu-isu tertentu yang berbasis perdamaian atau penyelesaian masalah apapun secara damai dalam forum-forum unilateral.
“Melalui forum-forum IPU (Inter Parliamentary Union) misalnya, akan terus kita kembangkan kerja sama itu. Sehingga, Insyaallah Indonesia dan Ukraina, kita umat muslim demikian juga di Ukraina ada umat muslim yang besar juga, dapat menciptakan sebuah tata nilai baru bagi pemahaman dunia. Bahwa dunia ini harus damai dibangun bersama dengan religiusitas itu justru membangun, muslim itu rahmatan lil alamin, muslim untuk semuanya,” urainya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua Negara juga telah membangun kesepahaman untuk bersama-sama menjaga suhu bumi dengan menekan emisi karbon. Meskipun Kak Sugeng mengaku hal tersebut tidaklah mudah untuk beralih dari energi berbasis fosil.
Ukraina, lanjut Kak Sugeng, sepakat untuk menawarkan teknologi tertentu. “Teknologi nuklir misalnya, pengalaman Chernobyl bisa menjadi pengalaman kita. Sampai hari ini Ukraina 51 persen lebih energinya adalah dari nuklir. Karena itulah energi yang itu tentunya kita terus-menerus akan belajar,” imbuh legislator NasDem dari dapil Jawa Tengah VIII ini.
Dubes Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamiamin usai pertemuan mengatakan berbagai kerja sama antarnegara diawali dari komunikasi antarparlemen. Untuk itu, dalam pertemuan tersebut berbagai poin kerja sama dibahas antara Indonesia dan Ukraina, baik mengenai energi, teknologi, pendidikan, pariwisata, bahkan mengenai obat-obatan.
“Hal yang paling penting adalah bagaimana menjaga komunikasi. Maka nantinya saya akan membantu agar (parlemen Indonesia) bisa berkunjung ke Ukraina. Ini sangat penting. Saya juga berharap Parlemen Indonesia akan tetap menjadi partner Ukraina yang kuat dan dapat diandalkan,” ujar Vasyl.
Vasyl menambahkan salah satu yang sedang dibangun antara Ukraina dan Indonesia adalah dialog antar umat muslim dari kedua negara, sehingga kedua negara dapat saling memberikan dukungan.
Ia juga berharap dalam penyelenggaraan IPU ke-144 di Nusa Dua, Bali nantinya, situasi Covid-19 sudah mulai membaik, sehingga delegasi-delegasi parlemen tidak perlu menjalani karantina.


