JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan dan Anak Kak Amelia Anggraini mengatakan Partai NasDem di seluruh Indonesia akan membuka posko pengaduan bagi korban kekerasan atau pelecehan seksual.
Pendirian posko ini berangkat dari keprihatinan kasus kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan seksual yang terus bertambah, di sisi lain masih banyak kasus yang tidak terungkap dan tidak mendapatkan pendampingan.
“Kekerasan seksual yang tidak terlapor tidak bisa dianggap remeh, oleh karenanya kami membuat Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di seluruh Indonesia,” kata Kak Amelia lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (15/1)
Kak Amelia mengatakan posko akan dibuka di setiap Kantor DPW NasDem di masing-masing provinsi di seluruh Indonesia. “Peluncuran Posko akan dilaksanakan secara simbolis mulai 18 Januari 2020, pukul 13.00 WIB di Kantor DPW Partai NasDem DKI Jakarta,” katanya.
Mantan anggota DPR periode 2014-2019 itu menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja kolaborasi antara elemen internal Partai NasDem, antara lain badan Advokasi Hukum Partai NasDem (BAHU), Garda Wanita Malahayati (Garnita), DPW seluruh Indonesia, dan dari eksternal adalah Rumah Aman.
Menurut Kak Amelia, masyarakat bisa mengadukan kasus pelecehan/kekerasan seksual yang terjadi atau yang dialaminya. Selanjutnya akan ada layanan pendampingan hukum, konsultasi, serta layanan recovery mental jangka pendek.
Ia memastikan bahwa data dan kerahasian pelapor bakal terjaga sehingga penyintas merasa aman untuk mengadukan kasus kekerasan seksual yang telah dialami.
“Menceritakan kejadian yang traumatis itu perlu kita akui sangat sulit, terlebih stigma negatif akan menjadi cap seumur hidup bagi korban kekerasan seksual. Oleh karenanya, kita akan jamin kerahasiaan data dari para pengadu di setiap posko,” ujarnya.
Kehadiran posko pengaduan kekeraan seksual tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat berani bersuara dan diharapkan bisa menjadi tempat untuk menjawab problem kekerasan seksual di berbagai daerah. Ia menegaskan NasDem akan all out dalam upaya penghapusan kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia.

