JATENG.NASDEM.ID – Pelayanan PDAM Kabupaten Jepara sering dikeluhkan pelanggan, seperti kualitas air dan aliran air yang kerap tak lancar. Mendapati permasalahan itu, Komisi A DPRD Kabupaten Jepara melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja PDAM Kabupaten Jepara.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jepara Kak Padmono Wisnugroho mengatakan saat dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) jajaran Komisi A ditunjukkan sembilan sumur PDAM. Semua sumur dikatakan berfungsi dengan baik.
“Tapi kenyataannya tidak demikian. Yang terjadi di Desa Ujungpandan ini membuktikan bahwa kinerja PDAM harus dipacu untuk ditingkatkan,” ujar Kak Wisnu, Rabu (12/1).
Lebih lanjut Kak Wisnu mengatakan, direksi PDAM jangan hanya berencana untuk menambah jumlah sambungan pelanggan, tetapi yang perlu dilakukan adalah pembenahan sistem jaringan pipa. Serta menambah sumur baru supaya pasokan air untuk pelanggan lancar.
“Sumur sebagai sumber air haruslah segera ditambah agar debit air mampu memenuhi kebutuhan pelanggan,” kata Kak Wisnu yang juga menjabat sebagau Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Jepara.
Sebagai perusahaan milik daerah, kata Kak Wisnu, PDAM harus terus berbenah. Orientasi PDAM semestinya tidak hanya pada keuntungan saja. Namun, harus mengutamakan pelayanan pada masyarakat dengan kinerja yang berprinsip efisiensi dan produktivitas.
Seperti diketahui, Kak Wisnu turun tangan langsung mengecek masalah pelayanan air PDAM di Desa Ujungpandan setelah aa keluhan warga. Dimana aliran air PDAM di desa tersebut tidak lancar. Air yang keluar dari pipa PDAM hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. (NJ05)

