JATENG.NASDEM.ID – Indonesia memiliki berbagai potensi yang membanggakan. Salah satunya adalah produsen tekstil dan garmen berkualitas internasional, seperti yang diproduksi oleh PT Danliris di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Produsen ini menghasilkan produk-produk berkualitas bagi lebih dari 20 negara dan pasar domestik Indonesia.
Anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana berkesempatan berkunjung ke PT Danliris. Ketua DPD NasDem Kota Sukoharjo ini mengapresiasi prestasi PT Danliris dalam menghasilkan produk berkualitas internasional.
“Ini adalah mutiara terpendam yang tak banyak yang tahu, bahwa Jawa Tengah khususnya Solo Raya memiliki mutiara karya anak bangsa ynag bisa kita banggakan. Danrilis ini bukan hanya memproduksi garmen tapi juga tekstil,” kata Kak Eva menjelaskan, Jumat (7/1).
Dalam kunjungan tersebut, Kak Eva turut melihat proses pembuatan produk tekstil dan garmen dari perusahaan ini. Ia mengaku takjub melihat proses produksi yang dilakukan PT Danliris.
Danrilis setidaknya dapat memproduksi 7,5 juta garmen dan 36 juta meter kain per tahunnya.
“Tadi kita melihat berbagai tahapan dan prosesnya yang sangat membuat takjub. Produksinya bisa custom dalam jumlah besar. Pada kesempatan kali ini saya menyampaikan kebanggaan yang luar biasa dari mutiara terpendam dari solo raya,” ujarnya.
Perusahaan ini juga menyerap setidakya 7 ribu pekerja, Kak Eva berharap mampu mendongkrak perekonomian di Kota Surakarta. Meski ancaman pandemi terus mengintai, tetapi Kak Eva mengapresiasi bahwa perusahaan ini bisa terus bertahan serta menyerap pekerja.
“PT Danliris mengalami itu (dampak pandemi) juga namun tidak seperti yang kita duga, malah justru support kita semua karena butuh tenaga kerja yang lebih. Karena dunia mengakui kualitas Danliris ini sehingga banyak negara berebut memesan produknya,” ia menekankan.
Untuk itu, ia berpesan agar kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga dengan produk dalam negeri yang tak kalah dari kualitas produk luar negeri. Bahkan kualitas roduk dalam negeri bisa bersaing dan justru lebih baik.

