JATENG.NASDEM.ID – Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto apresiasi kinerja Direksi PT Pertamina dalam mengatasi ancaman mogok kerja oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).
Kak Sugeng mengatakan langkah tersebut telah meminimalisir sejumlah risiko hambatan pada aktivitas bisnis Pertamina yang sempat menghantui.
“Saya sangat mengapresiasi usaha direksi, karena Pertamina sendiri pun sedang melakukan konsolidasi yang memerlukan semuanya fokus bersatu,” ujar Kak Sugeng, Senin (3/1).
Perusahaan minyak pelat merah itu, lanjut Kak Sugeng, sedang menghadapi tantangan baik dari internal maupun eksternal. Faktor internal yang menjadi tantangan yaitu menyangkut tata kelola karena Pertamina menjadi holding dan sub holding yang kemungkinan akan melaksanakan IPO.
“Urusan itu saja belum selesai, cukup rumit karena menyangkut berbagai hal agar tidak bertentangan dengan konstitusi dan sebagainya. Sebab itu, dalam keadaan seperti ini memerlukan semuanya fokus bersatu,” jelasnya.
Sementara yang menjadi tantangan eksternal bagi Pertamina adalah harga minyak mentah yang fluktuatif. Di hulu pun sedang mengalami persoalan yakni Pertamina harus membuktikan bahwa blok-blok yang kembali ke tangan mereka dapat dikelola dengan baik.
Kak Sugeng menyayangkan ancaman aksi mogok kerja yang sempat diambil FSPPB. Sebab jika ancaman tersebut benar-benar terjadi dapat menganggu aktivitas perusahaan.
Legislator NasDem ini juga merasa tak habis pikir terhadap desakan FSPPB meminta kenaikan gaji di tengah kondisi yang masih sulit seperti sekarang.
“Menuntut kenaikan gaji di saat kondisi seperti ini adalah sebuah aspirasi yang tidak bijak dan kurang memiliki empati,” pungkasnya.

