JATENG.NASDEM.ID – Tim Gabungan Baret Rescue NasDem melanjutkan operasi pencarian terhadap warga yang menjadi korban erupsi Semeru. Sejumlah warga dikabarkan masih belum diketahui keberadaanya oleh pihak keluarga hingga hari ke-11 pasca material Semeru menyapu wilayah Lumajang, Jawa Timur dan sekitarnya.
Ketua DPD NasDem Lumajang, Kak Haji Charles Meikyansah (HCM) yang mengomandoi bantuan NasDem untuk warga di wilayah Lumajang dan sekitarnya mengungkapkan bahwa Proses evakuasi para korban erupsi Semeru masih terus dilakukan.
Kak Charles yang juga Wakil Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI itu menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para Tim Gabungan Baret Rescue Partai NasDem yang berasal dari berbagai daerah. Kesabaran dan ketulusan menjadi kunci dalam menjalankan misi kemanusiaan kali ini.
“Saya mengapresiasi sekali kerja keras, dedikasi dan pengorbanan rekan-rekan Baret Rescue GP NasDem Lumajang, yang dalam hal ini juga dibantu oleh Baret NasDem Jember, NasDem Jawa Timur, Jawa Tengah, Tim SAR DIY, Sardog Indonesia, dan pihak-pihak yang selama ini turut membantu,” ungkap Kak Charles, Rabu (15/12).
Partai NasDem, lanjut Kak Charles, akan terus hadir bersama masyarakat Lumajang yang menjadi salah satu wilayah cukup terdampak pasca erupsi Semeru. Menurutnya, NasDem hadir di semua aspek bantuan mulai dari dapur umum, rescue dan evakuasi hingga trauma healing.
“Tidak ada kata lain kerja keras dan kerja-kerja kemanusiaan ini harus diselesaikan sampai garis akhir,” ungkap Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP NasDem itu.
Semangat dan doa pun disampaikan Kak Charles untuk relawan yang dengan segala daya dan upaya telah banyak membantu. Dirinya pun mendoakan Tim Gabungan Baret Rescue NasDem dan seluruh relawan yang turun membantu warga senantiasa terjaga kesehatan dan keselamatannya, serta menjadi catatan amal baik selama di dunia sebagai kehormatan dan pengabdian untuk tanah air.
“Tetap semangat untuk seluruh rekan-rekan Baret Rescue yang hari ini sedang bertugas menjalankan proses evakuasi hari ke sebelas,” pungkas dia.
Data terbaru yang dirilis Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari per Selasa (14/12) mencatatkan sedikitnya ada 48 warga yang menjadi korban jiwa dalam musibah Letusan Semeru. Dikabarkan masih ada sembilan warga yang belum ditemukan keberadaannya.

