JATENG.NASDEM.ID – Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moedijat bersama anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana menggelorakan semangat patriotisme. Hal itu dilakukan melalui narasi perjuangan yang dilandasi nilai-nilai empat konsensus kebangsaan dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Penegasan itu disampaikan dua politikus Partai NasDem itu saat mensosialisasikan konsensus kebangsaan, melalui nilai-nilai kepahlawanan yang ada dalam film berjudul Kadet 1947, karya Rahabi Mandra dan Winaldo Artaraya Sawatia. Kegiatan terbingkai dalam nonton bareng (nobar) di Solo Paragon XXI, Jumat sore (10/12).
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem yang akrab disapa Kak Rerie itu, menegaskan pesannya lewat rekaman video, sebelum Film Kadet 1947 diputar. Ia mengatakan keberhasilan serangan udara oleh para Kadet AURI dalam film heroik itu menularkan keyakinan dan rasa bangga kita sebagai bangsa yang merdeka.
Kak Rerie mengobarkan semangat mempertahankan kemerdekaan, anti penjajahan dan cinta Tanah Air. “Semangat itu harus terus digelorakan,” pesannya dalam rekaman video yang ditayangkan pada layar bioskop Solo Paragon XXI.
Dalam sosialisasi konsensus kebangsaan itu, ia juga mengajak anak bangsa untuk terus memelihara dan menularkan semangat nasionalisme yang ditanamkan para pemuda Indonesia sejak tahun 1928, melalui Sumpah Pemuda.
Sedang Kak Eva usai nobar film Kadet 1947 berfokus pada aksi heroik tujuh calon perwira dalam operasi pengeboman di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Ia menuturkan rasa kebanggaan, karena film itu mengajarkan semangat patriotisme yang luar biasa.
“Ini film dari kisah nyata perjuangan anak bangsa untuk merebut kemerdekaan. Saya bangga karena tertulari semangat patriotisme yang ditunjukkan dalam film itu,” tegas Kak Eva usai nobar Kadet 1947.
Dia menambahkan, dari film tentang perjuangan 7 kadet AURI itu, para penonton diajak belajar pentingnya terus memupuk semangat mengisi dan mempertahankan kemerdekaan.
Tujuh kadet yang berjuang bahu-membahu itu adalah Sutardjo Sigit (Baskara Mahendra), Mulyono (Kevin Julio), Suharnoko Harbani (Ajil Ditto), Bambang Saptoadji (Samo Rafael), Sutardjo (Wafda Saifan), Kapoet (Fajar Nugra), dan Dulrachman (Chicco Kurniawan).
Mereka berjuang dari garis pertahanan Maguwo, Yogyakarta, dengan komando tegas seorang Komodor S. Suryadarma bersama Komodor Muda Udara Halim dan Adi Sucipto.
Usai nobar Kadet 1947, Kak Eva mengajak ratusan penonton dari unsur sedulur selawase Bolone Mbak Eva dan sejumlah elemen kebangsaan di Solo Raya untuk menyanyikan lagu mars Bagimu Negeri. (NJ04)

