JATENG.NASDEM.ID – Pemerintah Pusat melalui Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat mendorong perekonomian para petani di wilayah Kabupaten Kudus, Demak, dan Jepara dengan memberikan bantuan Alat Pencacah Pupuk Organik (APPO).
Alat pencacah pupuk organik ini merupakan bantuan aspirasi dari Kak Lestari yang disalurkan melalui Dinas Pertanian di masing-masing. Di Kabupaten Demak, bantuan ini diserahkan untuk empat gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Semetara itu, di Kabupaten Jepara, bantuan diserahkan pada empat Gapoktan, dan Kabupaten Kudus kepada tiga Gapoktan. Di Kota Kretek, penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kudus Kak Muhtamat.
“Sebenarnya untuk wilayah Kudus juga empat. Namun, diundur tahun 2022 karena perubahan jenis alat yang dibutuhkan,” ujar Kak Muhtamat usai acara penyerahan bantuan di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Selasa (7/12) siang.
Ketiga Gapoktan Kudus yang mendapatkan bantuan ini, yakni Gapoktan Sumber Makmur Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati. Kemudian, Gapoktan Kedung Rejo Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, dan Gapoktan Trijaya Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu.
Kak Muhtamat menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendorong para petani agar makin termotivasi dan bersemangat dalam aktivitas bertani. Alat bantu pertanian berupa APPO tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam memproduksi pupuk organik dan membantu petani mengatasi kelangkaan pupuk.
APPO merupakan alat dan mesin (alsin) yang berfungsi untuk mencacah dan melembutkan bahan baku hijauan pakan ternak untuk dijadikan pupuk organik. Selain itu juga dapat digunakan sebagai penghancur dan pencampur kotoran ternak. Alat mesin APPO ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketersediaan pupuk organik serta meningkatkan pendapatan para petani dan peternak.
Hal ini juga diharapkan menjadi solusi dari makin berkurangnya kuota pupuk kimia untuk para petani. Sehingga pupuk organik olahan petani ini dapat menekan biaya produksi. “Semoga fasilitasi peralatan ini semakin menyejahterakan para petani. Dengan adanya pupuk organik berbahan dari sekitar, maka biaya membeli pupuk pabrik berkurang. Sehingga biaya produksi lebih efisien,” kata Kak Muhtamat menekankan.
Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kudus Sunardi, Kabid Tanaman Pangan Perkebunan Dewi Masitoh, Kasi Tanaman Rini, Ketua dan Sekretaris Gapoktan Penerima Mesin, dan Tim Sahabat Lestari.

