JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Temanggung mengatakan pelaksanaan Rakorwil Partai NasDem Jateng dan DIY menjadi gambaran obyektif mengenai kondisi anatomis dan potret posisi Partai NasDem Jateng dan DIY.
“Ibarat manusia, kita jadi mengerti bagaimana kondisi tubuh kita, sehat, berpotensi berpenyakit atau bahkan sudah berpenyakit. Kita juga menjadi paham di mana posisi kita saat ini, dan untuk sampai ke tujuan, jalur mana yang harus kita lalui dan dengan cara bagaimana supaya kita sampai ke tujuan,” ujar Kak Sayid saat berbincang dengan Jateng.nasdem.id Senin (6/12).
Kondisi yang ada membuat semua elemen partai bisa melihat dan mengakui kekurangan-kekurangan yang ada. Ia mengharapkan dalam rakorwil tersebut ada diskusi mendalam setelah semua mengetahui kondisi dan posisi partai saat ini. Sehingga akan dapat merumuskan program aksi yang lebih detail, terukur, dan sistematis serta implementatif. Karena permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah pasti berbeda-beda dan solusinya pun pasti berbeda.
“Sayangnya waktu sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan dilaksanakan diskusi. Untuk itu saya mengharapkan agar rakorwil kemarin bisa ditindak-lanjuti dengan pelaksanaan rakordapil,” kata Kak Sayid menekankan.
Terlebih dari paparan Dosen Politik Universitas Diponegoro (Undip) Ari Pradanawati dijabarkan kalau tingkat elektabilitas Partai NasDem di 10 Dapil di Jateng masih rendah. Masih beruntung Dapil 6 Jateng hanya kalah dari Dapil 2 Jateng.
“Untuk Dapil Jateng 2 kita sama-sama maklum karena daerah tersebut dapilnya Kak Rerie (Kak Lestari Moerdijat), Wakil Ketua MPR. Sehingga setiap hari selalu ada kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat. Bayangkan kalau semua dapil mendapatkan treatment yang sama, maka akan terlihat gengsi Partai NasDem di Jawa Tengah,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, DPD Partai NasDem Kabupaten Temanggung akan melanjutkan aksi program yang direkomendasikan dalam rakorwil. Tindak lanjut tersebut meliputi penguatan struktur partai sampai ke tingkat basis yaitu DPRt, talent scouting untuk merekrut figur-figur yang bisa diandalkan untuk bertarung sebagai caleg dalam Pileg 2024.
Kak Sayid juga mengusulkan perlu adanya formulasi yang baku dan mengikat tentang pembagian porsi tugas dan tanggung jawab baik antara DPP, DPW, dan DPD maupun antara Bacaleg DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota. Dengan formulasi yang jelas dan mengikat serta diimplementasikan secara sinergis maka impian dan target untuk menjadi peringkat 2 besar di Jateng menjadi semakin berwarna, tidak hanya mimpi hitam putih.
Partai juga harus lebih intens mengadakan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti yang pernah dilakukan dalam program vaksinasi beberapa waktu lalu. (NJ25)

