18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Merajut Suara NasDem untuk Warga NU

Oleh: Taufiqur Rohman.SH.MH, Sekretaris DPW gemuruh nasdem Jawa Tengah

Pentingnya politik bagi warga NU adalah suatu keharusan, yang didasarkan pada memilih wakil rakyat yang peduli dan memperjuangkan hak-hak rakyat dan NKRI harga mati. Warga NU sangatlah cerdas dalam memilih wakil rakyat, sekarang warga NU tidak fanatik terhadap parpol manapun, bagi warga NU siapa yang sungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, memiliki kesempatan yang sama menjadi wakil rakyat.

Berbicara parpol, akhir-akhir ini banyak warga NU yang membahas Partai NasDem khususnya di Jawa Tengah dengan slogan ‘Ora NasDeM Ora Marem’ bahkan ada juga dengan slogan ‘Gemuruhkan Nasdem di Jawa Tengah’. Ini berkaitan dengan daya tarik Partai NasDem yang mengajarkan politik tanpa mahar sehingga banyak warga NU yang berbondong-bondong membuktikan masuk di Partai NasDem sebagai pilihan tepat, sebagai suara aspirasi perjuangan rakyat.

Tentu sebagai kader NasDem mewujudkan politik tanpa mahar adalah tantangan serta membuktikan bahwa NasDem tidak main-main dalam memperjuangkan nasib rakyat dalam hal politik. Sebagai warga NU politik moderat dan bersih adalah keimanan, perlu prinsip kuat serta usaha sungguh-sungguh dengan harapan keberhasilan yang membawa berkah dan manfaat untuk warga NU.

Almaghfurlah KH. Sahal Mahfudz pernah ‘ngendikan’ politik NU adalah politik kebangsaan yang bertujuan menciptakan keharmonisan bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk merealisasikan itu, jajaran Tanfidziyah di bawah kepemimpinan Kiai Said menyertakan kekuatan politik dalam kepengurusannya. Dalam berbagai kesempatan dakwah, kiai jebolan Universitas Ummul Qura’, Madinah, itu juga acapkali mengatakan, ‘Politik untuk kepentingan agama, boleh’.

Terlepas NU juga pernah menjadi partai politik di masa Orde Lama, perjalanannya sebagai sebuah “civil society” nyaris selalu serempetan dengan politik. Memang harus diakui NU merupakan magnet yang teramat kuat untuk mampu menghadirkan massa dukungan.

Karena itu pula pemerintahan Orde Baru pernah berkeras memecah soliditas NU pada Muktamar di Cipasung tahun 1994, menempatkan ‘boneka’ sebagai Ketua PBNU tandingan. Puncak persinggungan NU dengan politik terjadi ketika Gus Dur terpilih sebagai Presiden ke-4 RI, yang mana situasi dukung-mendukung itu berlangsung langgeng hingga sekarang.

Berkat kedekatan yang dimilikinya dengan kekuatan politik, NU, baik di struktural maupun kulturalnya sudah merasakan manfaat. Massa grassroot NU saat ini bisa melihat telah banyak pondok pesantren mengalami kemajuan, memiliki gedung bertingkat hingga mengelola minimarket yang sebagian di antaranya berkat bantuan pemerintah/politisi.

Banyak program dari lembaga dan badan otonom NU untuk kemaslahatan umat juga mencapai goal berkat sokongan politik, yang untuk memaparkannya akan lebih afdhol dilakukan oleh mereka yang menjadi pengurus.

NU kini bisa merealisasikan mimpi besar yang diangankan bertahun-tahun, yaitu memiliki perguruan tinggi, tentu tak lepas berkat kemesraan kepengurusannya dengan lembaga politik. Saya tidak tahu bagaimana progresnya, berapa jumlah universitas yang kini telah dimiliki, namun yang pasti Kiai Said-lah Ketua Umum PBNU yang mampu mewujudkannya.

Dengan manfaat yang nyata itu, politik tampaknya masih akan memengaruhi perjalanan NU di masa mendatang. Para kandidat yang mencalonkan diri pada Muktamar juga sudah selayaknya tidak sungkan mengakui dirinya disokong kekuatan politik. Apalagi jika terang-terangan dirinya berdiri di depan politisi, jangan menyerang lawan seakan diri bersih dari kepentingan politik.

Sekarang pilihan ada di tangan Nahdliyin yang akan diwakili oleh pengurusnya dari tingkat cabang hingga wilayah sebagai pemilik hak suara. Mau memilih incumbent yang sudah memberikan bukti, atau penantang yang mengusung janji?

Bagi saya pilihan berpolitik Partai NasDem adalah berkah yang harus di wujudkan dengan siap menjadi wakil rakyat. Salam Restorasi!

Ora NasDem ora marem, gemuruhkan partai NasDem di Jawa Tengah. Bersatu, berjuang, menang!!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top