JATENG.NASDEM.ID – Penggunaan teknologi termasuk dalam memajukan dunia pendidikan menjadi suatu keniscayaan, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19. Karena itu, para pendidik dituntut untuk cakap memanfaatkan teknologi demi menunjang pendidikan.
Kegigihan guru dalam bertransformasi dan beradaptasi memanfaatkan teknologi dalam proses mengajar dinilai Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Kak Amelia Anggraini patut diapresiasi.
Meski pembelajaran kini berangsur menggunakan metode tatap muka karena kasus Covid-19 yang terus menurun, tetapi kemampuan literasi digital para guru harus terus diasah.
“Dalam menyampaikan pembelajaran di era digital ini, ada berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Di antaranya adalah educational competence, cyber pedagogy, content creator, dan penilaian etis,” ujar Kak Amel dalam webinar yang digelar oleh Kominfo dan Siberkreasi, Jumat (26/11).
Educational competence menuntut guru dapat mengajar di masa pandemi ini dengan teknologi. Untuk mencapai hal tersebut, pengetahuan guru harus terus diupdate agar tetap bisa mengikuti perkembangan teknologi.
Seorang guru juga dituntut untuk memiliki cyber pedagogy, yaitu seni mengajar di lingkungan yang serba online. Metode ini membawa perspektif atau intelegensia dengan teknologi yang ada.
Sedangkan aspek content creator merupakan aspek yang menuntuk kreatifitas seorang guru untuk membuat konten pembelajaran yang sesuai. “Perkembangan sosial media yang pesat membuat guru harus membuat konten dengan berbagai platform dengan memperhatikan tujuan dan kebutuhan audiens,” Kak Amel menekankan.
Sementara itu, dalam aspek penilaian etis, guru memiliki tanggung jawab sosial sebagai warga dunia digital untuk menjadi teladan dalam membagikan pengetahuan. Dalam hal ini, literasi dan etika digital yang baik akan menggiring guru pada informasi yang benar dan layak dibagikan kepada murid.
Di hadapan ratusan Guru dari Banjarnegara, Kak Amel menekankan bahwa etika digital dalam memanfaatkan teknologi yang kini makin berkembang pesat sangat dibutuhkan. Untuk itu, keempat kompetensi tersebut sangat dibutuhkan.
“Selain meningkatkan pengetahuan siswa, guru harus pula meningkatkan pengetahuan terkait literasi digital dan sekolah wajib memfasilitasinya,” ia berpesan kepada para guru.
Untuk mendukung guru dalam mencapai kompetensi, Kak Amel menekankan pentingnya penguatan fasilitator lewat berbagai pelatihan. Sekolah juga wajib menyediakan ragam sumber belajar yang bermutu demi memfasilitasi hal ini.

