JATENG.NASDEM.ID – DPD Partai NasDem Surakarta menyatakan siap untuk mengikuti Rakorwil yang akan diadakan di Yogyakarta pada 29 dan 30 November mendatang. Kesiapan tersebut meliputi kelengkapan laporan yang dipersyaratkan kepada DPD.
Ketua DPD Partai NasDem Surakarta Kak Pardiman mengatakan saat ini kepengurusan yang ada di DPD sudah terbentuk hingga tingkat DPRt. Untuk DPC sudah terbentuk sebanyak 5 kecamatan. Sedangkan untuk DPRT baru terbentuk 29 DPRt dari 54 DPRt yang seharusnya.
“Proses pembentukan DPRt terus kami kebut agar dalam waktu yang tidak lama lagi semua DPRt bisa terbentuk,” ujar Kak Pardiman saat dihubungi jateng.nasDem.id, Rabu (24/11).
Dia mengharapkan dalam Rakorwil nanti akan semakin menguatkan sinergitas partai sehingga akan lebih dapat membesarkan partai.
Menurut Kak Pardiman, pihaknya terus berupaya agar Partai NasDem bisa memiliki wakil di DPRD Surakarta dalam Pemilu 2024 mendatang. Kondisi saat ini belum ada anggota DPRD dari Partai NasDem sehingga berdampak pada pengembangan partai.
“Kita menyadari Surakarta merupakan basis dari salah satu partai dan itu sudah berlangsung lama. Diakui kita butuh usaha keras dan kreatif agar kehadiran partai ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” Kak Pardiman menjelaskan.
Salah satu yang saat ini sedang dikerjakan adalah merangkul masyarakat kecil sebagai sahabat NasDem. Termasuk merangkul kalangan Sukarelawan Polisi Lalu Lintas (Supeltas) yang memiliki jumlah cukup banyak.
Upaya lain yang sudah dilakukan adalah saat peringatan HUT Partai NasDem yang ke-10 bulan November ini, pihaknya menggelar kesenian tradisional termasuk wayang kulit yang disambut antusias oleh warga.
Hal ini bisa dimaklumi karena hampir selama pandemi tidak ada tontonan bagi masyarakat sehingga warga terasa sangat haus akan hiburan. Ditambahkan bahwa Partai NasDem adalah satu satunya partai yang berani mengadakan pertunjukkan dengan dihadiri oleh banyak penonton.
DPD Partai NasDem Surakarta masih dihadapkan pada tiga kendala besar yang menjadi penghambat dalam melaksanakan kegiatan. Antara lain, sampai saat ini belum memiliki Kantor Sekretariat sendiri, kemudian DPD Surakarta belum memiliki sumber pendanaan yang pasti karena belum memiliki anggota dewan. Faktor eksternal lainnya adalah secara politis, wilayah ini merupakan basis dari PDIP. (NJ25)

