JATENG.NASDEM.ID – Peran guru dalam dunia pendidikan tak tergantikan meski saat ini masyarakat telah disuguhkan dengan era digitalisasi yang serba daring. Dalam hal ini, guru dituntut untuk cakap dalam bermedia digital demi mendukung proses pembelajaran.
Kementerian Kominfo melalui SiberKreasi dengan SahabatGuru menggelar webinar ‘Indonesia Makin Cakap Digital 2021’ dan didukung oleh Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfo, serta Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN), pada Senin (22/11).
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan guru dari Kabupaten Brebes yang ini menekankan petingnya literasi digital bagi para pendidik. “Kita ingin melihat masyarakat yang cakap digital terutama di bidang pendidikan. Digitalisasi di bidang pendidikan tidak bisa kita hindari. E-learning akan menimbulkan budaya baru berupa keterbukaan. Sebagai pengguna internet yang bijak kita harus berhati-hati,” ujar anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Kak M Farhan.
Ia juga menekankan pentingnya melakukan verifikasi atau cek dan ricek sebelum membagikan informasi dari dan melalui internet. “Literasi digital mengolah dan menyampaikan informasi yang kita dapatkan melalui iternet harus melalui cek dan ricek. Literasi digital adalah bagian dari kurikulum sekolah yang terintegrasi,” ia menekankankan.
Sementara itu, pemateri Jafar Ahmad menekankan pentingnya keamanan digital yag merupakan isu terpenting dari seluruh perkembangan digital, tak terkecuali dalam transformasi digital yang terjadi dalam dunia pendidikan.
“Isu penting dari seluruh perkembangan digital ke depan berhubungan dengan keamanan digital. Ini menjadi isu penting yang terbesar dalam transformasi digital termasuk dalam dunia pendidikan,” ia menekankan.
Kepada para guru yang menjadi peserta dari webinar ini, ia berpesan bahwa kehati-hatian dalam mengakses internet sangat dibutuhkan. Selain itu, pengawasan pada anak-anak di bawah umur yang dapat menggunakan gawai dan mengakses intenet dengan bebas.
Terlebih dengan keberadaan etaverse yang merupakan realitas virtual yang akan menjadi lingkungan sosial yang baru. Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk membekali diri dengan literasi digital yang mumpuni.
Selentara itu, Andrie Wardhana pemateri kedua menekankan empat pilar literasi digital berupa etika digital, budaya digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. Perubahan budaya mengajar juga menjadi sorotan dalam webinar ini.
“Pembelajaran saat ini berbeda dengan yang lalu. Semua online, pengajar sekarang mengandalkan teknologi dan tak bisa melakukan pengawasan seperti dahulu. Yang menjadi tantangan adalah membuat pembelajaran daring optimal dan efektif. “ pungkasnya.
Hilda Rachmawati menjelaskan bahwa teknologi membawa berbagai dampak pada komunikasi. Saat ini poros komunikasi bukan hanya berasal dari satu orang saja melainkan dari internet dan eksternal.
“Nilai-nilai sosial berubah terkiat informasi, trnasparansi,kerahasiaan dan privasi. Hal ini memungkinkan terjadinya manipulasi, duplikasi, dan penyerangan digital,” ia memaparkan.
Daisi Radnawati, dosen ISPN ini dalam pemaparanya menekankan pentingnya bagi guru untuk terus memperkaya diri dengan literasi digital. Terlebih dengan rendahnya partisipasi murid dalam pembelajaran daring, guru harus berinovasi agar murid belajar dengan optimal.
“Guru menjadi penggerak literasi digital di dunai pendidikan. Budaya yang dibentuk oleh digitalisasi ini, bentuk budaya lebih bersifat berjejaring dan berkolaborasi harus digali oleh guru,” ia menekankan.

