JATENG.NASDEM.ID – Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat menggelar sosialisasi empat konsensus dasar bangsa pada Sabtu (20/11) sore di Kantor DPD NasDem Kudus. Organisasi kepemudaan bangsa di Kudus pun turut digandeng demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Organisasi kepemudaan berupa Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kudus dan Gerakan Pemuda (GP) Muhammadiyah Kudus tampak mendelegasikan puluhan anggota. Pelaksanaan sosialisasi ini tetap digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.
Tenaga ahli Kak Lestari Moerdijat, Kak Prio Hananto menjelaskan bahwa pihaknya sengaja melibatkan organisasi kepemudaan demi menciptakan kerukunan serta menjaga keutuhan NKRI serta menangkal bahaya radikalisme.
“Mengingat organisasi kepemudaan ini kan punya jaringan sampai ke bawah, dengan memberikan materi seperti ini nanti bisa dapat disampaikan hingga kelompok paling kecil dalam organisasi kepemudaan di Kudus. Sosialisasi ini juga dapat diaplikasikan dalam membangun keutuhan bangsa,” ia menjelaskan.
Kak Prio juga menekankan pentingnya menyiapkan disrupsi ketika di era dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini.
“Kita harapkan teman-teman yang muda ini mampu membawa efek yang besar pada lingkungan sekitarnya,” katanya.
Ia juga berharap dengan bersatunya teman-teman pemuda dari Muhammadiyah dan NU menciptakan suatu kerukunan di antara teman-teman organisasi kepemudaan. “Mereka diharapkan mempunyai gambaran infrastuktur sampai masyarakat di tingkat bawah,” ia menekankan.
Dalam pemaparannya, Kak Rerie, sapaan akrab Kak Lestari Moerdijat, menjelaskan secara gamblang empat konsensus kebangsaan berupa Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan negara.
Keempatnya adalah pondasi dasar dalam bernegara. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini juga menjelaskan bahwa empat konsensus dasar ini selalu relevan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Selain digelar si Kota Kretek, sosialisasi empat konsensus kebangsaan ini juga diselenggarakan di Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara. Acara ini diharapkan dapat mempertebal kecintaan masyarakat terhadap bangsa Indonesia dan menjadikan empat pilar kebangsaan sebagai falsafah kehidupan.

