
JATENG.NASDEM.ID – Siapa tak kenal Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kebumen Kak Qoriah Dwi Puspa.
Perempuan politikus yang terjun ke dunia politik di usia 23 tahun, dan kini duduk di periode kedua sebagai anggota DPRD Kabupaten Kebumen. Kak Qori, sapaan akrabnya, mengawali Karir politik ketika baru lulus kuliah, ia kemudian bergabung dengan Partai NasDem dan ikut Pileg pada 2014. Ia terpilih, juga pada Pileg 2019. Ia menjadi wakil rakyat hingga kini.
Selama menjalani karier politiknya, Kak Qori mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Partai NasDem. “Selama di NasDem dan menjadi anggota, pastinya ada kebanggaan sendiri. Secara struktural di NasDem sebagai Bendahara Umum DPD NasDem Kebumen,” ujar peraih gelar magister pendidikan ini.
Sebagai wakil rakyat, Kak Qori juga menjadi Ketua Fraksi sekaligus mengemban amanah menjadi sekretaris Komisi C DPRD Kebumen. Tentu saja bukan capaian yang mudah jika tanpa prestasi. Tekadnya untuk terus belajar dan berproses membuatnya sebagai politikus NasDem yang berhasil menjalankan tugas.
“Sebagai Ketua Fraksi, saya berusaha untuk menjaga nama baik partai dan lembaga. Kehadiran anggota juga tolak ukur. Memang kita masih tergolong muda, tapi suara kita dipertimbangkan dan dibutuhkan,” katanya menegaskan.
Ia menyadari bahwa proses dalam berpolitik tak selalu mulus. Sebagai junior, ia menjadi pendengar yang baik kepada para senior di parlemen. Namun, dengan banyak belajar, ia cepat beradaptasi sehingga bisa mengimbangi para senior.
“Adaptasi, belajar, mengenali aturan yang ada. Menjadi junior mengimbangi apa yang dilakukan oleh senior. Capaian kita menjadi bukti. Saat diberi amanah pasti dijakankan. Membawa nama NasDem, kita terjun ke masyaraka dengan berbagai program,” ujarnya menjelaskan.
Kepada para pemuda, Kak Qori mendorong keterlibatan mereka dalam politik. Kehadiran para pemuda sangat dipertimbangkan dan bisa memberikan pemikiran dan pandangan yang baru.
“Keberadaan kita sebagai milenial selalu dipertimbangkan. Buktikan bahwa milenial akan kuat dan pemikiran kita masih fresh. Intinya terus belajar dan terus beradaptasi dan mengimbangi pemikiran senior di dalam lembaga,” ucapnya membeberkan pengalaman.
Dengan masuk ke sistem, kata Kak Qori, dapat mengintervensi aturan dan memberikan masukan terkait aturan dan kebijakan. Masuk partai politik adalah pilihan yang bisa dilakukan untuk melakukan perubahan.
Di usia NasDem yang masuk satu dekade ini, Kak Qori berharap agar Gerakan Restorasi terus digaungkan sehingga bisa mengilhami setiap landasan bergerak.
“10 tahun kita berusaha merestorasi, tidak melulu di sektor yang luas. Dari sikap dan mindset kita dulu. Bahwa jangan antipolitik. Jangan berfikir sebelah mata pada politik. Banyak yang bisa kita lakukan jika kita bergabung dengan partai politik,” katanya menyarankan.

