JATENG.NASDEM.ID – Liga Mahasiswa NasDem Jepara menggelar pendidikan politik bagi mahasiswa. Kegiatan itu berlangsung di Aula Pertemuan Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara, Sabtu (6/11).
Hadir sebagai narasumber yaitu Sekretaris DPW Partai NasDem Jawa Tengah Kak Ali Mansyur HD dan Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber DPW Partai NasDem Jawa Tengah Kak Priyo Hananto.
Di hadapan peserta, Kak Ali Mansyur atau akrab disapa Kak Alma mengatakan bahwa sejak digelar pemilihan kepala daerah secara langsung banyak kepala daerah yang tersandung masalah hukum. Hal itu terjadi, salah satunya karena dipengaruhi besarnya biaya politik.
“Pemilihan kepala daerah ada dua jalan, partai politik dan perorangan. Tapi, 90 persen lebih yang jadi ya, dari partai politik. Untuk mendapatkan rekomendasi partai politik, harus bayar, biayanya mahal. Itu sebabnya di NasDem tidak ada mahar politik,” ujar Kak Alma.
Kak Alma menekankan agar mahasiswa ambil peran dalam politik. Sebab, mahasiswa memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar. “Jangan apolitis, politisi-politisi harus kita jaga agar politisi-politisi yang baik terjaga. Untuk mewujudkan Indonesia jaya harus diisi orang-orang baik,” kata Kak Alma.
Hal senada disampaikan Kak Priyo Hananto bahwa politik di Indonesia identik dengan tiga hal, yaitu biaya tinggi, berisiko tinggi, dan keuntungannya besar.
“Kenapa biayanya tinggi karena ada mahar politik dan money politik. Mahar politik itu ke partai, money politic ke masyarakat. Di NasDem tidak ada mahar politik. Ketua DPD tidak selalu jadi calon kepala daerah, untuk jadi calon kepala daerah ada kriterianya,” kata Kak Priyo menegaskan. (NJ05)

