JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi VIII DPR Fraksi NasDem Kak Sri Wulan bersama Kepala Balai Margo Laras Pati menyerahkan sejumlah bantuan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas di Grobogan. Kak Wulan juga menyalurkan paket kebutuhan dasar tambahan nutrisi untuk ratusan anak di 12 yayasan di wilayah Grobogan.
Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Jiwa Ningsih yang merupakan Kepala Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Margo Laras Pati dan Kepal Dinas Sosial Kabupaten Grobogan Edi Santoso. Bantuan diserahkan kepada 11 penyandang disabilitas dan ratusan anak yatim piatu di 12 yayasan yang berlangsung di Gedung PGRI Grobogan beberapa waktu lalu.
Kak Wulan mengatakan jumlah bantuan yang diserahkan mencapai 500 juta di Kabupaten Grobogan. Bantuan berupa bantuan vitamin, nutrisi, dan alat bantu disabilitas. Harapanya bantuan bermanfaat bagi para penyandang disabilitas sehingga tidak kalah dengan orang normal.
Alat bantu agar bisa mandiri itu, seperti tongkat pintar dengan sensor mengetahui air, benda, dan yang lain. Bantuan untuk disabilitas akan terus berlanjut, yang akan diberikan sesuai dengan usulan. Maka pendataan verifikasi akan dilakukan. ”Jadi penerima akan sesuai. Ini membantu disabilitas agar tetap bisa beraktifitas kembali,” ujar Kak Wulan, Rabu (27/10).
Belasan difabel mendapatkan bantuan alat bantu. Sebanyak 363 anak dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mendapatkan bantuan nutrisi dan vitamin dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Bantuan juga diberikan kepada 11 disabilitas berupa kursi roda dan tongkat pintar.
Bantuan diberikan melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Kartini Temanggung dan Balai Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Mental Margo Laras Pati.
”Bantuan ini sangat membantu bagi penerima. Terutama untuk disabilitas mendapatkan alat bantu agar bisa membantu dalam aktifitas sehari-hari,” kata Kepala Dinas Sosial Edi Santoso.
Dikatakan, jumlah disabilitas Kabupaten Grobogan sesuai data tahun 2017 ada sekitar 9 ribu. Setelah dilakukan verifikasi ada data ganda penulisan. Namun, dalam verifikasi ulang melalui google form baru masuk 500 orang. Harapanya dalam pendataan untuk kaum disabilitas kekurangan dalam fisik dan mental segera sudah terdata.
”Kami mohon kepada pihak desa untuk membantu mengisi data karena dibutuhkan sehingga bantuan sosial bisa diberikan dengan lancar dan bisa tepat sasaran,” katanya.
”Kami koordinasi dengan DPR RI dan Kemensos untuk bantuan di Kabupaten Grobogan yang belum terpenuhi,” ujarnya. Ia menambahkan di Kabupaten Grobogan sudah terbentuk Perda Disabilitas.
Salah satu penerima bantuan tongkat pintar yang merupakan disabilitas tuna netra Tri Gunawanm, warga Geyer, mengaku sangat senang dan gembira dengan bantuan tersebut. Ia menjelaskan selama ini ,ia berjalan hanya dibantu tongkat manual, tetapi setelah menerima alat bantu tongkat pintar ini akan sangat membantu kehidupan sehari-hari. (NJ24)

