JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Partai NasDem Kota Pekalongan Kak Isnaeni Ruhullah Khumaeni mengatakan terjadi penuruan minat masyarakat mendapatkan suntik vaksin dosis kedua. Hal itu diduga erat kaitanya dengan sertifikat vaksinasi pada dosis pertama sehingga sudah terinput di aplikasi PeduliLindungi.
“Jadi saat masyarakat sudah suntik vaksin dosis pertama, sertifikat vaksin sudah bisa diterbitkan dan aplikasi PeduliLindungi juga menginput datanya sehingga masyarakat bisa mengakses tanpa suntik vaksin dosis dua,” paparnya, Senin (25/10).
Menurut Kak Isnaeni, sebagian masyarakat hanya menginginkan sertifikat vaksin atau data vaksinnya bisa diakses melalui aplikasi PeduliLinduni. Sudah munculnya dalam aplikasi dirasa cukup untuk kebutuhan seperti syarat perjalanan keluar kota, berwisata maupun pergi ke tempat yang sudah menerapkan aturan tersebut seperti mall dan bioskop.
Ia pun menyesalkan terjadinya penurunan minat suntik vaksin dosis kedua oleh sebagian masyarakat. Hal itu berkaitan dengan kurang kepedulian atau abai dalam perlindungan diri maupun orang lain.
“Satu sisi pemerintah sedang berjuang meningkatkan capaian vaksinasi untuk menciptakan herd immunity, tetapi di sisi lain ada masyarakat yang bersikap tidak peduli,” katanya.
Kak Isnaeni menjelaskan kegiatan suntik vaksin Covid-19 dosis kedua di GOR Jetayu menargetkan 1000 peserta seperti pada tahap pertama, tetapi vaksin yang terpakai hanya 667 dosis.
“Menurun dibanding sebelumnya, padahal kami sudah mengupayakan menarik minat masyarakat dengan pemberian doorprize dan grandprize hingga penyediaan sembako murah namun tetap tidak memenuhi target,” ujarnya.
Kendati demikian pihaknya tetap bersyukur sisa vaksin yang belum terpakai masih bisa bermanfaat bagi Kota Pekalongan yang saat ini masih kekurangan vaksin.
“Ini kelebihanya akan kami kembalikan ke Dinas Kesehatan untuk diserahkan ke puskesmas-puskesmas yang ada agar bisa digunakan membantu masyarakat yang ingin suntik vaksin dosis kedua,” katanya. (NJ29)

