JATENG.NASDEM.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara mengajak semua pihak untuk lebih serius dalam memberikan pemahaman, khususnya peran remaja terkait masih tingginya jumlah Kasus pernikahan usia dini di Bumi Kartini.
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) telah mengupayakan berbagai program dan sosialisasi untuk menekan angka pernikahan dini. Salah satunya, dengan memberikan pembinaan dari keluarga, remaja, dan anak-anak sekaligus menggandeng lembaga dan komunitas.
Ketua Komisi C Bidang Sosial dan Budaya Kak Nur Hidayat mengajak semua pihak, baik masyarakat atapun pemerintah, organisasi masyarakat (ormas) hingga tokoh agama dan masyarakat untuk betul-betul serius dalam memberikan pemahaman dan edukasi terkait dampak pernikahan di usia dini.
Sosialisasi juga penting dilakukan pemerintah daerah. “Seharusnya menjadi prioritas di dalam arah kebijakan pembangunan. Karena tingginya pernikahan dini sebagai salah satu dampaknya juga,” ujar Kak Nur Hidayat, Kamis (21/10).
Sekretaris DPD Partai NasDem Jepara ini menjelaskan bahwa faktor penyebab pernikahan dini itu, diantaranya pendidikan rendah, kebutuhan ekonomi, kultur nikah muda, pernikahan yang diatur, seks bebas pada remaja, dan kehamilan di luar nikah.
Pernikahan dini memiliki beberapa risiko seperti peluang kematian ibu tinggi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hak kesehatan reproduksi rendah, subordinasi keluarga, drop out dari pendidikan, dan lain sebangainya.
“Upaya kerja sama semua pihak terutama peran remaja menjadi yang utama dalam penanggulangannya,” kata Kak Nur Hidayat.
Ia menambahkan, agar semua pihak bertanggung jawab terhadap edukasi dan pembibaan para remaja. Yaitu, pemerintah memfasilitasi program-program sosialisasi dan kegiatan remaja yang produktif. (NJ05)

