JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Kak Fadholi mengapresiasi langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang terus aktif memberikan edukasi masyarakat mengenai pentingnya registrasi pangan olahan. Selain itu masyarakat perlu tahu seperti apa makanan yang sehat dan kurang sehat, apakah sudah disahkan BPOM atau belum.
Menurut kak Fadholi, BPOM harus terus jemput bola dalam melakukan sosialisasi pendaftaran izin edar pangan olahan, serta kewajiban labelisasi makanan sesuai peraturan.
“Hal ini demi menjaga rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi pangan olahan yang beredar di pasaran,” ujar Kak Fadholi saat memberikan edukasi pada masyarakat Kendal, di desa Limbangan, Singorojo, Blimbing dan Campurejo Boja, Kendal, Kamis (21/10).
Ia menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan sistem pangan. “Penyelenggaraan keamanan pangan bertujuan agar negara dapat memberikan perlindungan kepada rakyat untuk mengonsumsi pangan yang aman bagi kesehatan dan keselamatan jiwa,” ujar anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, dan kota semarang itu.
Dalam kesempatan ini, BPOM yang diwakili Drs Agung Suprayitno Apt, menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Kak Fadholi. “Sosialisasi seperti ini akan terus ditingkatkan agar pengetahuan masyarakat bertambah dan peredaran makanan mengandung zat berbahaya semakin berkurang,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk mengonsumsi pangan aman dengan menerapkan 5 kunci keamanan pangan yaitu harus resik (cuci tangan sebelum mengolah makanan), pisahkan pangan mentah dan matang (mencegah kontaminasi silang), masak seksama (masak hingga matang), simpan pangan pada suhu aman (hindari danger zone), terakhir gunakan air dan bahan baku yang aman.
Lima kunci keamanan pangan ini jika diterapkan oleh masyarakat sebagai pilar utama sistem pengawasan obat dan makanan, maka masa depan bangsa akan gemilang karena masyarakat hidup sehat. (NJ23)

