JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Nasdem Kak Fadholi bermitra dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan edukasi masyarakat dengan tema ‘Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Keluarga’ di salah satu resto di Kendal, Selasa (19/10).
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka reses di wilayah Kabupaten Kendal diikuti perwakilan masyarakat Kendal. Edukasi yang dilakukan terkait dengan upaya mencegah stunting di Kabupaten Kendal.
Kak Fadholi mengajak masyarakat Kabupaten Kendal, terutama kaum ibu, untuk membiasakan hidup sehat dan bersih, baik bersih di lingkungan maupun bersih dalam keluarga, sehingga akan tercipta keluarga sehat.
Selain itu, Kak Fadholi yang merupakan anggota dewan yang membidangi masalah kesehatan itu berbicara mengenai upaya menekan angka stunting di Jawa Tengah, khususnya di Kendal. Berdasarkan data jumlah stunting di Jawa Tengah mencapai 27,67 persen. Itu Sebabnya, Kak Fadholi mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Termasuk mengonsumsi asupan yang bergizi.
“Hari ini kita memberikan edukasi pada masyarakat. Masyarakat perlu pendampingan, terutama pendampingan ekonomi, dari sisi pendidikan dan lingkungan harus bersih, baik lingkungan masyarakat, keluarga harus bersih,” kata Kak Fadholi menekankan.
Perwakilan dari BKKBN Agus Pujianto mengatakan akan membentuk tim pendampingan keluarga atau TPK. Tugas TPK anak mendampingi keluarga agar warga yang mengalami stunting bisa mendapatkan asupan gizi secara teratur.
“Kegiatan ini merupakan kemitraan untuk memberikan edukasi pada masyarakat mengenai stunting sehingga dengan edukasi ini BKKBN bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten kendal,” katanya menjelaskan.
Kak Fadholi menambahkan pentingnya bersinergi dengan BKKBN dengan membuat program dalam mengatasi stunting yaitu dengan keberadaan tim pendamping keluarga.
Tim pendamping kelaurga ini yang berada di tengah-tengah masyarakat, kata Kak Fadholi, mereka yang mengetahui ibu hamil di lingkungannya sehingga akan melakukan pendampingan, terutama yang terkait dengan pola hidup dan pola asuh.(NJ23)

