JATENG.NASDEM.ID – Keberadaan mobil siaga dari wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat yang dioperasikan oleh Sahabat Lestasi di Demak, Kudus, dan Jepara tampaknya sudah tak asing lagi bagi masyarakat.
Berkat mobil siaga yang kerap melayani masyarakat untuk berobat dalam beberapa tahun terakhir ini, membuat Sahabat Lestari makin dikenal oleh masyarakat.
Layanan mobil siaga ini bisa diakses gratis oleh masyarakat, cukup konfirmasi ke relawan Sahabat Lestari di masing-masing daerah, maka masyarakat bisa menggunakan layanan ambulans ini untuk berobat dan pergi ke rumah sakit.
Hal ini dijelaskan oleh Koordinator Sabahat Lestarik Kabupaten Kudus Kak Nurul Fauzi. Terakhir, pelayanan mobil siaga ini digunakan untuk mengantarkan pasien ke RS Ken Saras.
“Kemarin digunakan untuk mengantarkan para survivor kanker payudara untuk melakukan kontrol rutin di RS Ken Saras Ungaran,” ujar Kak Fauzi, Kamis (14/10).
Layanan mobil siaga tersebut mengantarkan tiga pasien yang tengah melakukan kemoterapi. Salah satunya adalah kak Shanty Ambarsari yang juga merupakan aktivis Pantura Cancer Community.
Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya mobil siaga dari Sahabat Lestari ini. “Alhamdulillah kalau nggak ada mobil siaga, kita naik bus atau diantar pakai motor. Tentu ini sangat membantu sekali,” ujar Kak Shanty.
Meski sebagai seorang penyintas, Kak Shanty tak hanya berpangku tangan. Ia juga aktif memberikan edukasi pada masayrakat untuk peduli dengan bahaya kanker payudara. Ia juga aktif mendampingi para penyintas lain untuk berobat.
“Kami mengajak para perempuan yang diketahui memiliki kanker payudara untuk tidak takut memeriksakan diri ke medis untuk mencegah terjadinya kanker payudara tingkat lanjut. Adanya mobil siaga ini juga membantu mobilitas mereka,” ia menambahkan.
Sementara itu, Kak Fauzi juga tak memungkiri peran Kak Shanty dan komunitasnya untuk terus menggalakkkan edukasi terkait kanker payudara pada masayrakat.
“kami kerap melakukan edukasi pada masyarakat terkait kanker payudara. Mobil siaga ini juga rutin mengantarkan kemoterapi ke RS Ken Saras yang sering jadi rujukan para penyintas,” katanya.

