JATENG.NASDEM.ID – DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara mulai ancang-ancang persiapan penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 untuk dosis kedua. Sebelumnya, vaksinasi covid-19 telah sukses diselenggaran pada 19 September 2021.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara Kak Pratikno mengatakan saat ini tengah berkoordinasi dengan pengurus pusat, terutama berkait ketersedian vaksin dosis kedua.
“Ini kami masih koordinasi untuk dosis kedua. Untuk yang dosis pertama kemarin, Jepara mendapat 2.000 dosis,” ujar Kak Pratikno Sabtu (2/10).
Secara umum pelaksanaan vaksinasi dosis kedua nantinya tak jauh berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi dosis pertama. Relawan Sahabat Lestari akan kembali diterjunkan untuk membantu pelaksanaan vaksinasi. Sementara, tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator akan dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas-puskesmas.
“Kami perkirakan pelaksanaan vaksinasi dosis kedua dalam pertengahan bulan ini,” kata Kak Pratikno.
Secara terpisah, Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Jepara Kak Sunarto mengatakan pelaksanaan vaksinasi dosis kedua untuk warga di wilayah Kecamatan Mlonggo, Kecamatan Bangsri, dan Kecamatan Pakisaji. Pelaksanakan vaksinasi di tempat yang sama dengan penyelenggaraan vaksinasi dosis pertama, yaitu di Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri.
“Nanti pelaksanaannya akan dibantu dari Puskesmas Bangsri dan Klinik Arrohman Bangsri. Kawan-kawan relawan Sahabat Lestari juga akan dilibatkan,” kata Kak Sunarto.
Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di wilayah yang dia komandoi akan diselenggarakan pada 18 Oktober 2021.
Seperti diketahui, vaksinasi massal NasDem Peduli yang digagas Partai NasDem dan anggota DPR RI Kak Lestari Moerdijat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilaksanakan di 10 titik. Hal itu ditempuh agar supaya vaksin Covid-19 sebanyak 2.000 dosis dapat didistribusikan merata di seluruh penjuru Bumi Kartini. Serta menghindari kerumunan bila digelar di satu titik.
Vaksinasi Covid-19 NasDem Peduli merupakan bentuk dukungan partai kepada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Hal itu membantu masyarakat memperoleh vaksin dengan mudah. Sebab, saat ini masyarakat cukup kesulitan mendapatkan vaksin lantaran jumlah yang tersedia masih terbatas. (NJ05)

