JATENG.NASDEM.ID – Aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di jenjang pendidikan dasar hingga atas di Kabupaten Jepara dihentikan. Hal itu dilakukan setelah muncul klaster sekolah di salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Ukir selama PTM berlangsung. Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara Kak Pratikno pun angkat bicara merespon persoalan tersebut.
Kak Pratikno mengatakan agar peristiwa serupa tak terulang di sekolah yang lain, maka edukasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) tidak hanya di lakukan di lingkungan di dalam sekolah. Namun, juga harus dilakukan di lingkungan di luar sekolah, seperti edukasi terhadap pedagang jajanan di luar sekolah dan masyarakat setempat.
“Kalau pas kebetulan keliling, ternyata di sepanjang jalan di luar sekolah banyak yang jualan dan di sana prokesnya terabaikan. Karena selama PTM ini kan kantin sekolah ditutup dan siswa disarankan bawa bekal dari rumah, tapi praktiknya masih banyak siswa yang jajan. Sebetulnya tidak masalah siswa jajan di depan sekolah tapi kan prokes harus diterapkan. Maka edukasi di luar sekolah juga perlu,” ujar Kak Pratikno, Jumat (24/9) siang.
Masyarakat di sekitar lingkungan sekolah juga harus diedukasi. Baik oleh pemerintah maupun warga sekolah. Sebab, dengan adanya sistem zonasi, maka sebagian besar siswa berasal dari lingkungan sekitar sekolah.
“Tiap sekolah mestinya punya satgas sendiri. Tugasnya ya, mengawasi pelaksanaan Prokes di dalam lingkungan sekolah dan edukasi di luar sekolah. Karena selama PTM terbatas dan PJJ (pembelajaran jarak jauh) jumlah mata pelajaran yang diajarkan kan sedikit, artinya guru yang mengajar dalam waktu yang bersamaan juga lebih sedikit bila dibanding hari biasanya,” kata Kak Pratikno.
Munculnya klaster sekolah saat pelaksanaan PTM juga dapat dijadikan kesempatan untuk menyadarkan masyarakat. Bahwa, virus Corona masih ada belum sepenuhnya sirna. Maka, salah satu cara untuk menyiapkan diri hidup berdampingan dengan virus ini adalah meningkatkan kekebalan tubuh dan kelompok.
“Caranya, salah satunya ya dengan vaksin. Makanya, kami mengajak masyarakat ayo vaksin, ini demi kebaikan bersama,” tandas Kak Pratikno.
Kak Pratikno menyarankan agar sekolah yang benar-benar aman, guru dan siswa tidak terkonfirmasi positif Covid-19, yang dapat melaksanakan PTM terbatas ini. (NJ05)

