JATENG.NASDEM.ID – MPR RI kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar bagi masyarakat di Jawa Tengah. Hari ini, kegiatan berlangsung di Kabupaten Temanggung. Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut.
Kak Rerie, panggilan akrab Kak Lestari mengajak masyarakat untuk gotong royong untuk keluar dari pandemi Covid-19. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, tegas Kak Rerie, sudah terbukti sebagai tameng untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara untuk memecahkan berbagai masalah kebangsaan.
Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai cara pandang dalam berkehidupan menghadapi berbagai tantangan eksternal dan internal dalam berbangsa dan bernegara.
“Gotong royong adalah salah satu nilai yang sudah ada yang diterapkan dan memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah saatnya kita mengedepankan nilai-nilai yang ada dalam ideologi bangsa kita. Bagaimana konsensus kebangsaan ini menjadi perekat bangsa,” ujar Kak Rerie di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa empat pilar dalam berbangsa dan bernegara ini sudah diuji berkali-kali melewati krisis ekonomi, pilitik, dan sosial sejak bangsa ini berdiri. Dalam konteks pandemi, ia ingin masyarakat kembali pada Pancasila sebagai jawaban untuk dapat melewati berbagai dampak yang ditimbulkan.
“Masyarakat sudah paham bahwa pandemi bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi bisa berdampak pada kehidupan masyarakat secara umum. Mereka sadar bahwa ini dapat berdampak pada stabilitas masyarakat. Sehingga bagaimana kita memahami konsensus ini sebagai cara pandang,” terangnya.
Di bidang ekonomi, Kak Rerie menyebutkan bahwa pengangguran di Jawa Tengah naik 1,12 juta orang. Di Kabupaten Temanggung, pengangguran naik sebanyak 13.610 akibat Covid-19. Salah satu penyebabnya adalah 60 perusahaan di Kota Tembakau tersebut diketahui tutup.
Temanggung yang jadi jalur lalu lintas para wisatawan juga mengalami penurunan aktivitas kendaraan yang melintas. Hal ini tentu berdampak pada ekonomi masyarakat. Melihat hal ini, Kak Rerie mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bergandeng tangan untuk keluar dari pandemi.
“Pandemi ini adalah ujian untuk kita bahwa karakter kita sebagai sebuah bangsa diuji sebagai masyarakat dan bersama bergandengan tangan untuk keluar dari pandemi. Empat pilar ini sudah teruji, ini adalah tameng kita untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara untuk memecahkan berbagai masalah kebangsaan,” tegasnya.
Acara yang diikuti oleh Persatuan Satpam di Temanggung ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat berupa memcuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

