JATENG.NASDEM.ID – NasDem Banjarnegara bersama Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Kak Amelia Anggraini menggelar vaksinasi massal pada Kamis (17/9) ini. Vaksinasi ini digelar untuk kader dan pengurus NasDem serta masyarakat Banjarnegara pada umumnya dengan jumlah 700 vaksin dosis pertama.
Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi NasDem Kak Nurul Iptak mengatakan bahwa kuota pendaftaran sudah penuh. Ia menjelaskan pelaksanaan vaksinasi dibagi di tiga lokasi berbeda agar bisa menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pelosok.
“Kegiatan tidak hanya dibuat di satu titik saja untuk menjangkau masyarakat di daerah yang pelosok. Kuota terbanyak berada di Balai Apung yang digelar pada hari ini,” ujar Kak Nurul.
Para pengurus dan sayap partai pun tampak hadir untuk menyukseskan vaksinasi pada hari ini. Mereka bertugas di berbagai pos demi membantu kelancaran acara. Ada pula yang mengarahkan para peserta Agar tak ada langkah yang terlewati.
“Harapannya ketika bisa berjalan dengan lancar terus bisa menurunkan tingkat penyebaran virus Covid-19 sehingga masyarakat bisa berkegiatan normal kembali,” harapnya.
Vaksinasi ini merupakan langkah nyata NasDem mendukung upaya pemerintah dalam mendorong angka vaksinasi demi tercapainya kekebalan kelompok atau herd immunity. Menurut Kak Nurul, jika penyebaran Covid-19 di Banjarnegara bisa dibendung, maka salah satunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat.
“Kedepannya semoga masyarakat tidak kesulitan dalam mencari penghasilan karena saat ini kan banyak sekali kerepotan meskipun sudah ada bantuan dari pemerintah,” sambungnya.
Meski baru perdana menggelar vaksinasi, namun ia optimistis vaksinasi dapat berjalan lancar serta turut meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Ia juga berharap agar kuota vaksin ini ditambah demi menjangkau lebih banyak pengurus dan kader NasDem serta masyarakat umum yang lebih luas.
“Harapannya jika ada jatah lebih yang diberi Pemerintah, semoga bisa bersinambungan dengan DPP dan DPW. Karena kelihatannya serapaan vaksin masih belum terlalu maksimal , sementara di daerah masih banyak masyarakat yang belum percaya atau belum mau divaksin,” pungkasnya.

