JATENG.NASDEM.ID – Pelaksanaan vaksinasi Partai NasDem Wonosobo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Wonosobo mendapat perhatian luas dari masyarakat. Sejak pagi peserta dengan tertib mengantre untuk mendapatkan vaksin dosis kedua tersebut. Kegiatan berlangsung di Gedung Adipura Kencana, Kamis (16/9).
Ketua DPD Partai NasDem Wonosobo Kak Wisnu Ibet Pradana mengatakan data yang masuk sekitar 1.200 peserta, yang berarti tidak berbeda jauh dengan tahap pertama. Hingga siang hari, peserta masih tampak mendatangi lokasi.
Pelayanan untuk tahap kedua ini relatif cepat dibanding dengan tahap pertama, hal ini membuat para peserta pun tidak menghabiskan waktu untuk mengantre. Selain Ketua DPD Partai NasDem Wonosobo Kak Wisnu Ibet Pradana, juga ikut hadir anggota Bappilu Jawa 3 Kak Harry Poernomo, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr Muhammad Riyatno.
“Melihat animo seperti ini membuat kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Partai NasDem Wonosobo. Karena kita bisa membantu pemda untuk mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat. Ini membuktikan bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan vaksin tersebut, sebagai upaya untuk melindungi diri maupun persyaratan lain yang kini membutuhkan surat vaksin,” ujar Kak Ibet saat meninjau kegiatan vaksinasi, siang ini.
Animo yang besar dari masyarakat, menurutnya, tidak terlepas dari gencarnya penyebaran informasi bagi masyarakat yang dilakukan oleh pengurus di semua tingkatan. Selama beberapa hari ini hampir semua pengurus melakukan promosi lewat sosial media yang dimiliki.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Wonosobo dr. Muhammad Riyatno menjelaskan capaian vaksinasi di Kabupaten Wonosobo baru mencapai 23 persen. Untuk itu pihaknya sangat terbantu ketika semua elemen masyarakat saling memberikan bantuan dalam kegiatan vaksinasi.
“Kami tidak mempersoalkan dari mana vaksin itu berasal. Semua kan bertujuan untuk membentuk herd immunity agar lebih cepat tercapai. Untuk itu apa yang dilakukan oleh Partai NasDem hari ini sangat kita apresiasi,” ujar dr Riyatno menekankan.
Terlebih saat ini, Wonosobo kembali masuk ke level 3 karena salah satu indikatornya adalah capaian vaksinasi yang masih rendah. Target 680 ribu warga yang harus divaksinasi, berarti harus menyediakan vaksin sejumlah 1,4 juta dosis. Direncanakan capaian herd immunity sebanyak 70 persen bisa dicapai dalam akhir tahun ini, tetapi semua tergantung dari ketersediaan vaksin. (NJ25)

