JATENG.NASDEM.ID – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan Serikat Buruh Nasional Indonesia Kabupaten Brebes menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Kabupaten Brebes pada Minggu (12/09) siang. Acara ini dihadiri oleh unsur pengurus DPD, DPC, dan DPRt, NasDem Kabupaten Brebes dan berbagai unsur masyarakat yang ada di Brebes.
Hadir sebagai pembicara yaitu Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat, Bapillu DPD Partai NasDem Kabupaten Brebes H Tarwanto, dan dari Serikat Buruh Nasional Indonesia Kakak Adi.
Dalam penjelasannya, Kak Rerie, panggilan akrab Kak Lestari, mengungkapkan data bahwa akibat pandemi Covid-19, angka pengangguran di Jawa Tengah per Februari 2021 naik 5,96 persen atau sebanyak 1,12 juta orang.
Brebes menjadi salah satu daerah yang terdampak, diketahui angka pengangguran naik 6,1 persen pada tahun 2020. Salah satu penyebabnya, 1.300 pekerja di Brebes mengalami PHK akibat pandemi.
Kak Rerie mengajak masyarakat untuk menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai jawaban untuk menghadapi pandemi. “Dalam kondisi seperti ini bagaimana kita menempatkan konsensus kebangsaan kita sebagai cara pandang, kita melihat Pancasila sebagai nilai-nilai yang luar biasa,” kata Kak Rerie dalam paparannya.
Untuk itu, Kak Rerie mengajak pada masyarakat menyadari bahwa pandemi Covid ini bukan hanya berdampak pada kesehatan saja namun berbagai efek turunan yang dapat mengancam stabilitas nasional.
Menurut survei, lanjut Kak Rerie, mayoritas masyarakat sudah memahami peran Pancasila untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa. “Mayoritas publik sudah memahami bahwa Pancasila dapat meyelamatkan kita. Gotong royong harus menjadi nilai yang harus kita perkokoh demi menghadapi pandemi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kak Reri dalam penuturannya menyajikan berbagai tantangan bangsa Indonesia yang kini tengah dihadapi seperti digitalisasi, globalisasi, dan juga masuknya berbagai ideologi asing. Untuk itu Kak Reri mengajak pada masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai tameng untuk memperkuat jati diri bangsa.
“Mari kita menjalankan nilai-nilai Pancasila termasuk kebhinekaan, toleransi, dan dalam aktivitas sehari-hari tanpa melihat ras dan suku. Dengan budaya gotong royong misalnya, budaya baik seperti ini salah satunya bisa membawa kita keluar dari pandemi seperti sekarang ini,” ucap Kak Rerie.
Kak Rerie juga menyatakan bahwa berbagai tantangan bernegara yang berasal dari bangsa sendiri seperti priomordialisme dan isu SARA.
“Revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Tema tersebut sengaja diambil mengingat akhir-akhir ini kita sebagai bangsa yang bhinneka tunggal ika dalam Pancasila semakin mengalami degradasi dalam nilai nilai kehidupan berbangsa bernegara, terlebih isu SARA dijadikan alat untuk memecah belah bangsa kalau ini didiamkan negara akan bahaya” tambahnya.
“Terakhir saya akan berdoa supaya pandemi Covid 19 akan cepat berlalu supaya Indonesia bisa pulih seperti sedia kalanya” pungkasnya (NJ27)

