JATENG.NASDEM.ID – Sahabat Lestari menjadi kepanjangan tangan Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat dalam berbagai kegiatan langsung kepada masyarakat. Demikian pula dalam program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang merupakan kerja sama Kak Lestari dengan PT Telkom Indonesia.
DI kabupaten Demak, program ini ditargetkan menyasar 70 rumah masyarkat yang kurang layak huni. Koordinator Sahabat Lestari Demak Kak Ma’mun Charis menjelaskan pihaknya aktif melakukan survey, mendampingi, dan mengawal pelaksanaan program ini.
“Dari relawan mengusulkan ke kita dari rumah-rumah yang kurang layak huni. Kita tindaklanjuti dan kita survey mana yang layak diperbaiki dan dibantu. Sahabat Lestari perlu turun langsung untuk survey,” ujar Kak Charis, Selasa (7/9).
Bersama RT atau kepala desa setempat, Sahabat Lestari Demak biasanya blusukan untuk memastikan kondisi rumah yang layak dibantu dan diberikan dana sebesar Rp 15 juta untuk biaya perbaikan rumah.
“Di Demak, yang sudah terealiasasi 25 rumah, ini sudah ada yang akan kami survey lagi. Kita habiskan tahap pertama ada target 70 rumah,” Kak Charis membeberkan.
Pelaksanaan program ini menyebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Demak di antaranya adalah Kecamatan Dempet, Karangtengah, Gajah, Bonang, Wedung, Sayung, Mranggen, Guntur, Karangawen, dan Kebonagung.
Sementara itu untuk kecamata lain seperti Mijen menurut Kak Charis juga akan menjadi sasaran program ini. Menurut pengalamannya, para penerima bantuan ini menunjukkan respon yang serupa, yaitu mengucapkan terima kasih tiada habisnya.
“Responnya luar biasa dan berterima kasih. Karena dari program lain biasanya ada potongan, ini murni pure kita serahkan langsung. Kita bantu Insyaallah sampai tuntas, jika kesulitan kita dampingi. Saat ini banyak masyarakat yang rumahnya tidak layak huni yang menghubungi kita,” ungkapnya.
Penyerahan dana bantuan ini biasanya dilakukan oleh Tenaga Ahli Kak Lestari dan disaksikan oleh ketua RT dan relawan Sahabat Lestari. Tak sampai di situ, Sahabat Lestari akan mendampingi renovasi rumah hingga benar-benar mewujudkan sebagai rumah yang layak huni.
“Yang kita beri bantuan adalah yang tanah sendiri bukan sengketa, ada beberapa kejadian bukan di tanah sendiri. Biasanya pakai tanah orang tua atau saudara. Kita koordinasikan dengan desa setempat untuk solusinya bagaimana. Kalau bisa bertanggung jawab kita bantu,” katanya menceritakan pengalamannya.
Saat ini, Sahabat Lestari Demak masih terus melakukan survey dan pendampingan program RTLH ini. Kak Charis menyebutkan bahwa baru ada 10 rumah yang disurvey. Di samping itu di bulan ini ada 10 rumah lagi yang akan disurvey.
“Siang ini kita akan mendampingi pembongkaran rumah warga penerima bantuan. Memang dari banyaknya target ini kami berikan secara bertahap agar bisa mengontrol pelaksanaannya dengan intens,” pungkasnya.

