JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana mengatakan salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 yaitu dengan peningkatan pemeriksaan atau tes polymerase chain reaction (PCR) di samping hal lainnya seperti mematuhi protokol kesehatan atau 5M.
“Meningkatkan cakupan testing sangat penting untuk menemukan lebih banyak kasus positif, kemudian cepat ditangani seperti isolasi mandiri atau di rumah sakit untuk mencegah penularan yang lebih meluas. Sayangnya cakupan tes ini masih jadi tantangan pemerintah saat ini,” kata Kak Eva setelah menghadiri peresmian Intibios Lab dan Klinik Kota Semarang pada Rabu (1/9) ini.
Laboraturium yang terletak di Klenteng Sam Poo Kong Semarang ini dirancang sebagai laboraturium khusus yang fokus menangani PCR swab test, antigen swab test, tes serologi, dan pengujian lain yang berhubungan dengan penanganan Covid -19 dengan hasil cepat dan akurat.
Kak Eva mengatakan kehadiran laboraturium ini sangat penting bagi kebangkitan pariwisata di Kota Semarang dan sekitarnya. “ Kita harus memberikan kepercayaan kepada masyarakat lokal maupun internasional bahwa Semarang aman dan sehat selama kita mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.
Dengan hadirnya laboraturium swasta ini, Kak Eva berharap agar geliat ekonomi dan pariwisata di Semarang dan Sekitarnya dapat berangsur pulih. Ia menambahkan bahwa kehadiran laboraturium swasta sangat dinantikan demi membantu pemerintah meningkatkan positivity rate.
“Untuk meningkatkan cakupan testing ini, fasilitas laboraturium yang dimiliki pemerintah tidaklah cukup. Dibutuhkan kontribusi dari swasta. Untuk itulah kehadiran kami dalam upaya membantu pemerintah untuk meningkatkan positivity rate di Indonesia,” pungkasnya.
Upaya pemerintah menghambat penularan Covid-19 ditempuh melalui kebijakan PPKM yang terbukti membuat beberapa wilayah di Jawa Tengah kini turun dari level 3 dan 4 menjadi level 2. Selain upaya 3T (Tracing, testing, dan treatment) dengan target positivity rate kurang dari 5 persen serta pelacakan (tacing) 15 orang yang melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19.

