JATENG.NASDEM.ID – Kendati Kota Solo masih dibalut dalam PPKM level empat, namun tidak menyurutkan bagi fungsionaris NasDem Kecamatan Laweyan, Surakarta untuk merapatkan barisan guna menyusun strategi untuk menguatkan struktur organisasi, memperbesar pundi perolehan e-KTA dan penyusunan daftar calon-calon yang akan ditarungkan dalam Pemilu 2024.
Kemarin, di Coffie Caffe Solo, unsur ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) DPC Laweyan dan Wakabid Pemilu dan Wakabid Organisasi dan Keanggotaan bersama Koordinator Daerah Pemilihan (Kordapil) Jateng 7 Fauzi Bayu mengadakan rapat berkoordinasi untuk membahas tiga pokok persoalan di atas.
Kecamatan Laweyan adalah salah satu dari lima kecamatan yang ada di wilayah Surakarta, sedangkan empat lainnya adalah Banjarsari, Jebres, Pasar Kliwon dan Serengan. Di territorial yang terkenal dengan pasar batiknya itu, mencakupi 11 kelurahan yaitu Bumi, Jajar, Karangasem, Kerten. Selanjutnya Laweyan, Pajang, Panutaran, Penumping, Purwosari, Sondakan, dan Sriwedari.
Secara adminstrasi, Laweyan membentuk satu dari lima daerah pemillihan yaitu Dapil Kota Surakarta 2 dengan delapan dari 45 kursi yang tersedia di kota tersebut. Sedangkan untuk dapil satu mencakup Pasar Kliwon dan Serengan dengan 11 kursi.Sementara itu dapil tiga mencakup Banjarsari A (Banyuanyar, Gilingan,Keprabon, Kestalan, Ketelan, Manahan, Mangkubumen, Punggawan,
Setabelan, Sumber,Timuran) yang memiliki tujuh kursi DPRD.
Untuk dapil empat merupakan jatah bagi Kecamatan Banjarsari B (Kadipiro, Nusukan) dengan tujuh kursi. Sementara itu dapil lima untuk menampung Kecamatan Jebres dengan perbendaharaan 12 kursi.
Jika ditilik dari perbendaharaan kursi, sejak NasDem ikut pemillu pada 2014 belum berhasill menembus benteng kursi DPRD Kota Surakarta. Sementara itu, pada 2019 kemarin, PDIP mengalamai pesta besar karena bisa menambah pundi-pundinya sebanyak enam dari semula (2014) memiliki 24 anggota dewan kini meraup 30 atau hampir 70 persen dari seluruh stok kursi DPRD Kota Solo,
Kemenangan PDIP di Solo ini lengkap sudah, karena secara personal, Presiden Joko Widodo adalah kader PDIP dari kota ini, sedangkan Puan Maharani yang kini duduk sebagai Ketua DPR melenggang ke Senayan berangkat dari Dapil Jateng Lima (Boyolali, Sukoharjo dan Klaten), dan pada Pilkada 2020 lalu, anggota muda partai banteng moncong putih itu, Gibran Raka Buming Raka berhasil mengondol kursi Walikota Solo. Lengkap sudah kedigdayaan partai yang dipimpin Ibu Megawati itu.
Dalam kondisi serba terhimpit itu, kata Kak Fauzi Bayu, NasDem Surakarta ditantang untuk berani bertarung dan bermimpi memecahkan telur pada 2024. ‘’Kami tidak muluk-muluk berapa kursi yang harus didapat, namun cukup memecahkan telur yang sudah dua kali pemilu tetap wutuh,’’ ujarnya
Kak Bayu, demikian Fauzi Bayu sering disapa menambahkan, ‘’Membaca politik Kota Solo, ibaratnya mengelupasi bawang merah, harus dikupas lembar-demi lembar. Sama halnya ketika mengelupas bawang, bila tidak hati-hati maka mata akan perih. Demikian juga halnya ketika kita ingin masuk ke praktik politik Solo, harus tepat dalam menyusun langkah, sebab jika grusah-grusuh, gerakan kita akan dipukul balik,’’ katanya memberikan ibarat.
Sementara itu, Ketua DPD NasDem Solo Pardiman mengungkapkan melihat jagat politik Solo, gerakan politik yang lebih nyaman adalah dengan prinsip sluman-slumun slamet. ‘’Kita akan memperkuat kelompok basis dengan membentuk pusat-pusat komando baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Kami akan membangun gardu dan pos-pos aspirasi masyarkat,’’ ujar Ketua DPD NasDem Surakarta yang juga seorang advokat itu.
Menurut Pardiman, posko atau gardu tersebut bisa saja berbentuk sebuah bangunan dengan papan nama, tetapi juga hanya berupa titik simbol dengan menggunakan kediaman dari para koordinator lapangan sebagai markas. ‘
“Setiap posko baik di tingkat DPRT dan DPC, akan mencatat secara lengkap data kependudukan dari warga yang bersedia menjadi anggota NasDem dengan e-KTA. Data yang sudah terkumpul akan dihimpun di DPD dalam suatu jaringan relawan yang disebut dengan Komando Pejuang Aspirasi Masyarakat (Kompas),” katanya.
Sebab menurut dia, saat ini, kondisi sosiologis masyarakat Kota Surakarta sangat ketat dalam persaingan. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis dimana tidak ada sumber daya alam yang memadai, sehingga kehidupan masyarakat didominasi oleh usaha perdagangan. ‘’Kondisi ini secara tidak langsung membentuk masyarakat Kota Surakarta menjadi masyarakat yang dinamis dan penuh persaingan, perilaku persaingan tersebut juga menjadi pendorong masyarakat kota Surakarta dalam berpolitik, ’’ ujar Pardiman.
Secara administrasi, Kota Surakarta terbagi menjadi lima kecamatan dan 54 kelurahan. Dilima kecamatan yaitu, Banjarsari, Jebres, Laweyan, Serengan dan Pasar Kliwon telah terbentuk pengurus cabang dengan tujuh orang pengurus. Sedangkan untuk pengurus di tingkat desa atau DPRt sedang dalam proses penyusunan. ‘’Pengurus di tingkat DPC sudah mendapatkan surat penetapan dari DPW, sehingga secara administrasi sudah tidak ada masalah, sekarang sedang kami upayakan untuk membentuk pengurus di tingkat ranting,’’ katanya.
Dalam rangka membentuk pengurus ranting di 54 kelurahan itulah, lanjut Pardiman yang juga seorang pengacara kondang di Solo ini, pihaknya mendirikan gardu atau pusat komando. ‘’Kondisi masyarakat yang syarat dengan nilai-nilai kompetisi inilah yang mengharuskan kami untuk bekerja secara diam-diam. Ada satu atau dua kelurahan yang warna politiknya tidak terlalu kental, maka kami berani membangun posko atau gardu secara terang benderang. Namun sebagian besar, telah memilki warna politik sendiri, karena itu kami harus bermain secara gerilia,’’ katanya.
Pardiman menyadari bahwa menggerakkan kader-kader yang sudah ada untuk membentuk jaringan atau pos-pos komando, membutuhkan dukungan biaya yang tidak sedikit. ‘’Hal ini merupakan salah satu masalah yang kami hadapi. Karena DPD Surakarta belum mempunyai sumber pendanaan yang tetap. Selain itu, sampai saat ini juga belum memiliki kantor sekretariat sendiri,’’ ujarnya.
Hal ini karena NasDem Surakarta belum memiliki keterwakilan di DPRD Kota dan Provinsi. ‘’Kami bersyukur bersama Sukoharjo, Boyolali dan Klaten yang tergabung di Dapil V DPR RI memiliki satu orang wakil, yaitu Kakak Eva Juliana,’’ ujarnya.
Menurut Pardiman, Kakak Eva Juliana telah memberikan kontribusi nyata terhadap kehidupan NasDem Surakarta. ‘’Kakak Eva sangat perhatian, kami ucapkan terima kasih. Namun, demi memenangkan NasDem di 2024 dengan target mendapatkan kursi di DPRD Kota minimal lima kursi, atau seluruh dapil terisi, NasDem Surakarta memerlukan energi yang lebih besar,’’ katanya.


