JATENG.NASDEM.ID – Kegiatan sosial bagi Ketua Garnita NasDem Kabupaten Rembang Vivit Dinarini Atnasari menjadi laku yang banyak ia jalani selama ini. Dalam pekan ini, misalnya, ia memberikan santunan bagi anak yatim piatu yang ditinggal orang tua yang meninggal dunia karena pandemi Covid-19.
“Kita melakukan kegiatan ini atas dasar kepedulian kita terhadap anak-anak yang baru ditinggal orang tuanya karena Covid-19 baru-baru ini, dan ini masih dalam bulan Muharam atau disebut idul yatama,” katanya dalam perbincangan dengan Jateng.nasdem.id, Minggu (22/8).
Kak Vivit menjelaskan biasanya bulan Muharam warga Rembang melakukan kegiatan-kegiatan tasyakuran dan malam 10 Muharam dengan acara malam Asysuro. Namun, kegiatan tahun ini tidak diselenggarakan. Ia pun mengubahnya dengan kegiatan berbuat baik, dan tolong menolong kepada sesama.
“Kegiatan santunan yang kita lakukan tidak banyak namun kita berharap sedikit bantuan atau santunan ini bermanfaat dan kita bisa tahu langsung kepada anak-anak yatim piatu dan kondisi keluarganya yang sekiranya nanti akan kita sampaikan kepada pihak terkait,” katanya menambahkan.
Kak Vivit juga memberikan kepeduliannya terhadap program vaksinasi. Untuk itu, ia pun menyertakan opininya mengenai pentingnya vaksinasi untuk menghalau penyebaran virus Corona. Berikut opini yang ditulis Kak Vivit.
Sudahkah sahabat tervaksin hari ini? Pertanyaan yang selalu saya tanyakan dalam setiap perjumpaan dengan siapapun. Apapun jenis dan merek vaksinnya, saya menyarankan semua orang yang memenuhi syarat vaksin harus melakukan vaksinasi. Ini satu hal penting yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga hari ini.
Data menunjukkan vaksinasi Covid-19 dapat mengurangi risiko sakit berat dan menurunkan tingkat kematian. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menunjukkan tingkat kematian bagi orang yang telah divaksin dan terpapar Covid-19 sangat rendah. Dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin dan ber-KTP DKI Jakarta hanya 0,013 persen.
Dengan sudah menerima dosis lengkap, maka seseorang dapat terlindungi dari risiko kematian hingga 73 persen dibandingkan yang belum mendapatkan vaksin. Pasien Covid-19 yang tidak divaksin memiliki tingkat kesembuhan 84,5 persen, sedangkan yang sudah mendapatkan dosis pertama tingkat kesembuhannya naik hingga 90,2 persen, dan 95,9 persen bagi yang sudah mendapatkan dosis lengkap.
Vaksin terbukti ampuh dan mampu memberikan perlindungan dari Covid-19 dan mengurangi risiko sakit berat hingga kematian. Setidaknya itu adalah data resmi pemerintah (sumber saya ambil dari covid19.go.id). Meski rumor berkembang bahwa data yang diolah oleh pemerintah tidak valid, setidaknya data yang disajikan Pemerintah Indonesia dapat dijadikan sebagai rujukan resmi untuk mengetahui situasi Covid-19 di Indonesia. Melalui data-data yang ada, kita tentu sepakat bahwa penerapan protokol kesehatan yang baik dan vaksinasi akan menghindarkan kita dari penularan Covid-19
Bicara efek pandemi, Kabupaten Rembang sendiri masih menerapkan PPKM level 3, artinya masih ada pembatasan-pembatasan mobilitas untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Pandemi covid19 ini telah menimbulkan begitu banyak cerita pilu tentang kematian, anak-anak yang kehilangan orang tuanya secara mendadak dan gangguan kesehatan jangka panjang sebagai efek setelah sembuh Covid19.
Kebijakan Pembatasan oleh Pemerintah sejak PSBB hingga PPKM level juga menimbulkan dampak yang cukup menyulitkan bagi masyarakat.
Banyak saudara kita yang tertekan ekonominya akibat pembatasan, adapula kejadian dugaan arogansi aparat dalam penertiban PPKM, para pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat PHK di masa pandemi, hingga pekerja seni yang mengibarkan bendera putih, tanda tak sanggup lagi menghadapi tekanan ekonomi.
Hari ini saya tak bisa menulis panjang, hanya berharap di hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76 ini, pandemi segera musnah dari Bumi Pertiwi. Dirgahayu Indonesiaku ke-76, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, Ayo Vaksin…!
(NJ28)


