JATENG.NASDEM.ID – Perolehan e-KTA NasDem di Jawa Tengah mengalami perlambatan sejak penerapan PPKM di tengah pandemi Covid-19. Hal itu tercermin dari masih minimnya pembentukan DPRt di masing-masing desa. Jumlah perolehan e-KTA sekitar 179 ribu atau 48 persen dari target yang telah ditetapkan.
Ketua Bidang Digital dan Siber Donny Imam Priambodo mengatakan pengurus NasDem hendaknya jangan terjebak pada kuantitas e-KTA saja. “e-KTA ini sebagai upaya untuk memvalidasi kader militan Partai NasDem, yang tujuan akhirnya adalah kita mempunyai basis data pemilih yang akurat,” ujar Kak Donny kepada jateng.nasdem.id., Jumat (13/8).
Menurut Kak Donny, rekrutmen jangan dijadikan layaknya sebuah ajang perlombaan belaka. “Sehingga untuk melakukan rekrutmen, calon anggota harus benar-benar bersedia menjadi kader NasDem. Bukan menjadikan rekrutmen eKTA ini sebagai lomba e-KTA terbanyak,” katanya menegaskan.
Ia meminta dalam memvalidasi para enggota yang direkrut jangan sampai muncul permasalahan antara lain KTP berbentuk fotocopy, anggota yang didaftarkan tidak pernah merasa bahwa mendaftar sebagai anggota, salah menggunakan email tanpa konfirmasi pemilik, serta tidak melakukan proses kaderisasi, seperti briefing dan training.
Kak Donny mengatakan jika yang terjadi di atas tersebut maka bisa dikategorikan sebagai kegagalan perekrutan. Selain itu, ia berharap peningkatan jumlah e-KTA ini harusnya diimbangi dengan adanya DPRt di masing-masing desa.
Pembentukan DPRt mensyaratkan adanya 5 pengurus yang bersifat wajib dengan 50 orang sebagai anggota. Jika syarat tersebut terpenuhi maka pembentukan DPRt telah sah dan berhasil membentuk basis partai NasDem di tingkat grassroot.
“5 pengurus adalah mandatory alias wajib. Jika ada anggota terekrut yang diperhitungkan sebagai prestasi adalah 5+50. Lebih dari itu tetap masuk tapi di perhitungkan di awal 2022, karena target akan ditambahkan,” kata Kak Donny menekankan.
Pada akhirnya, pengurus dan anggota Nasdem harus paham bahwa ikhtiar ini adalah demi kepentingan bersama untuk mencapai cita-cita partai agar menjadi pemenang kedua dalam Pemilu 2024.

