JATENG.NASDEM.ID – Bagi pengurus maupun kader, keberadaan kantor DPD ibarat menjadi rumah kedua yang nyaman untuk didatangi. Tak pelak, suasana Kantor DPD Wonosobo selalu diwarnai hilir mudik jajaran pengurus dan kader termasuk teman dan kolega.
Kantor DPD yang berlokasi di Jalan Sabuk Alu, Wonosobo itu nyaris tidak pernah berhenti menyala. Semua yang datang merasa nyaman dan diterima lebih dari sekadar kerabat dan keluarga.
Seperti siang ini, beberapa pengurus datang tanpa ada janji. Sekretaris DPD Wicak Harimukti, Wakil Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Millenial Ardian Harsya, Ketua Garnita Murniyati, dan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Egi Sales berkumpul dalam satu forum.
Tidak berapa lama ada tamu yang juga kawan lama bersama isteri bertamu dan langsung bergabung di ruangan administrasi yang kadang berubah seolah menjadi ruang keluarga itu.
Kalau sudah begini, staf administrasi kantor Didik Singgih dan Yuli yang harus wira-wiri menyiapkan air sekadar pelepas dahaga. Menu hanya ada dua: kopi dan teh manis. Didik dan Yuli pun begitu hafal kesukaan pengurus, termasuk takaran gula dalam secangkir kopi dan teh sebelum dihidangkan.
Obrolan awalnya ringan, tanpa tema dan cenderung ngalor ngidul. Namun, tidak jarang muncul isu menarik yang menjadi pembahasan, dibicarakan sampai detail tanpa meninggalkan ciri khas kader NasDem yang lebih santai, egaliter, dan mengutamakan kesejajaran dan kesetaraan.
Kalau sudah begini, Kak Wicak akan muncul dengan pola pikir ala aktivis. Terlihat betul dari cara bagaimana menyampaikan pendapat dan gagasannya. Sementara Kak Ardian yang lebih kerap menimpali dengan gaya selengekannya membuat suasana terus hidup.
“Saya merasakan sejak awal bergabung di Partai NasDem, situasi kekeluargaan begitu terasa. hal ini karena masing masing dari kita saling menghargai, nggak melihat posisi dan jabatan di partai. Ketua atau sekretaris misalnya, biasa kok ngobrol bareng dengan akrab. Bahkan dalam suasana santai, tak jarang saling gasak gasakkan , ini yang membuat kantor menjadi hidup setiap harinya,” ujar Kak Murniyati.
Dalam suasana santai dan tidak formal, bahkan kerap muncul ide-ide bagus. Seperti pada obrolan kali ini, yang melahirkan rencana membuat podcast partai. Dibicarakan juga isu-isu politik lainnya.
Kumpul-kumpul membentuk diskusi non formal itu kadang juga memantik minat datangnya teman-teman dari partai sebelah. Mereka terkadang heran akan aktivitas yang selalu ada di kantor NasDem dalam tiap harinya. Jadi, tak heran ketika banyak teman dari partai lain yang ikut bergabung.
Jajaran pengurus dan kader Partai NasDem adalah kelompok muda yang terus berproses. Proses pembelajaran selalu dilakukan. Siapa saja bisa jadi guru, siapa saja juga boleh jadi murid. Ibarat kumpulan puzzle yang dipersatukan. Satu hari ada yang tak mincul, maka terasa ada yang hilang. Karena memang, seluruh jajaran NasDem Wonosobo adalah ibarat satu keluarga. Semoga. (NJ25)

