JATENG.NASDEM.ID – Dampak Pandemi Covid-19 sangat dirasakan seluruh elemen masyarakat. Berbagai sektor terutama bisnis bahkan banyak yang harus gulung tikar. Tanpa terkecuali para pelaku UMKM yang kini dalam posisi ibarat hidup segan mati tak mau. Kalaupun masih berjalan, tampaknya lebih sekadar bertahan.
Untuk itu kehadiran partai sangat diharapkan demi keberlangsungan usaha. “Adanya rencana pemerintah untuk memberikan bantuan bagi UMKM cukup membantu meski tidak bisa mengcover semua kebutuhan. Minimal bisa untuk membantu biaya operasional,” ujar Wakil Ketua bidang Pemilih Pemula dan Millenial Partai NasDem Wonosobo, Muhammad Ardian Harsya, Kamis (5/8).
Kak Ardi, demikian biasa disapa, yang juga seorang pengusaha frozen food sangat merasakan dampak dari Covid-19 ini. Omzetnya turun drastis dibanding sebelum pandemi. Meski kondisi sulit, dia terus menjalankan usahanya.
Menurutnya, UMKM sebetulnya memiliki ketahanan yang lebih kuat dibanding perusahaan besar. Buktinya selama krisis, UMKM relatif bisa bertahan sedangkan usaha skala besar banyak yang rontok.
Ia menegaskan sudah seharusnya UMKM mendapatkan perhatian lebih agar bisa mengembangkan diri lebih kuat lagi.
“Support yang dibutuhkan adalah adanya regulasi dan kemudahan bagi para pelaku UMKM. Oleh karena itu kita berharap anggota DPRD bisa memiliki keberpihakan secara obyektif,” ujarnya
Kenyataan yang ada, ia menjelaskan, selama ini sering ada pelatihan bagi UMKM, namun biasanya lebih diprioritaskan bagi mereka yang berada di Dapil yang sama dengan anggota dewan. Sehingga tidak semuanya mendapatkan kesempatan yang sama,
Dengan penguatan dan pemberdayaan UMKM yang jumlahnya ribuan maka diharapkan nantinya keberadaan UMKM bisa semakin memperkuat perekonomian daerah. Karena akan menyerap banyak tenaga kerja dari warga lokal. Peningkatan kemampuan yang saat ini dibutuhkan adalah adanya sistem produksi, pengemasan produk maupun manajemen pasar.
Selain itu, perlu juga adanya pemberdayaan generasi muda di desa untuk bisa lebih mandiri. Cara yang bisa diambil selain pelatihan, adalah memberikan generasi muda tersebut ruang berusaha sehingga akan muncul banyak entrepreneur dari kalangan anak muda.
“Kita bisa menggandeng banyak pihak untuk memberdayaan anak-anak muda. Beri mereka ruang berekspresi. Jadi pada akhirnya anak-anak muda tersebut merasa diperhatikan. Di desa atau pun kelurahan banyak kader potensial yang bisa dilatih. Gandeng Karang Taruna sebagai partner. Intinya partai diharapkan memiliki inovasi dalam menggandeng pihak pihak yang memiliki potensi sumber ekonomi,” kata Kak Ardi yang juga menjabat Ketua Karang Taruna Kelurahan Kalianget, Wonosobo tersebut. (NJ25)

