JATENG.NASDEM.ID – Sosoknya sangat gampang dikenali, tinggi, putih, cantik. Tentu saja modis plus ramah. Penampilan Bendahara DPD Partai NasDem Wonosobo ini tetap terjaga bahkan sejak duduk di kursi dewan di DPRD Kabupaten Wonosobo periode 2014-2019. Ialah kak handayani atau akrab dipanggil kak Yani.
Ditemui di kantor DPD Partai NasDem Wonosobo, perempuan kelahiran tahun 1985 ini selalu terbuka untuk diajak ngobrol banyak hal, termasuk pengalamanya berkiprah di partai politik.
Kak Yani, menceritakan bagaimana ia masuk NasDem kemudian terpilih sebagai anggota dewan. Ia bahkan tanpa sungkan mengatakan pertama kali berkecimpung dalam organisasi yaitu di Partai NasDem.
“Begitu saya terpilih menjadi anggota dewan, ada kegagapan yang saya hadapi. Karena ini kan dunia baru bagi saya. Hampir dua tahun saya mempelajari tugas-tugas kedewanan hingga pada akhirnya saya memahami tugas yang harus saya emban,” ujar Kak Yani, Selasa (3/8).
Kak Yani mengatakan dengan menjadi anggota dewan maka bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Misalnya, kebijakan yang dibuat eksekutif kurang pas bagi masyarakat, dia bisa menyuarakan keinginan masyarakat lewat posisi yang dimiliki saat itu.
Menurutnya, obsesi sebagai anggota dewan sebetulnya pernah diimpikan waktu sekolah. Dia mengatakan bahwa saat sekolah pernah berkeinginan menjadi anggota dewan, meski saat itu belum tahu pasti apa itu anggota dewan.
Ia menjelaskan dengan masuk ke dalam partai, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Salah satunya adalah bisa memahami karakter orang-orang, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Oleh karena itu, hingga sekarang dia tetap menikmati perannya sebagai politisi dan pengurus partai, meski di Pemilu 2019 lalu dia belum berhasil kembali menjadi anggota dewan untuk periode kedua.
Saat ini, dalam kapasitasnya sebagai bendahara DPD, Kak Yani mengatakan bahwa NasDem Wonosobo mengalami perkembangan yang cukup bagus, meski diakuinya perlu lebih kerja keras karena persaingan semakin ketat ke depannya.
“Sebagai bendahara, saya selalu berkoordinasi dengan ketua untuk pengelolaannya. Sehingga akuntabilitas keuangan bisa dipertanggungjawabkan. Penggunaannya pun sesuai dengan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujarnya menjelaskan.
Kak Yani selain di kancah politik, ia tetap bergiat dalam usaha butik baju yang dikelolanya. Hal ini sesuai dengan passionnya yang memang suka mendesain baju. Untuk melengkapi koleksi baju di butiknya, dia tak segan-segan berbelanja langsung sehingga bisa sesuai dengan keinginan.
“Namun kondisi pandemi saat ini sangat berpengaruh pada penjualan. Jadi yang penting usaha yang saya tekuni bisa berjalan karena memang kondisinya belum kondusif,” Kak Yani menuturkan.
Ia juga tak melupakan kodratnya sebagai wanita, apalagi dengan status ibu dari tiga anak. Namun, ia juga tetap melakoni hobi lain lain yaitu menata ruangan dan kecintaannya pada desain interior. Tak heran, ia sering mengotak-atik tata ruang di rumahnya.
Ke depan, ia menginginkan bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat, meski tak lagi ngoyo dan ambisius. Prinsip hidupnya adalah ikuti jalur yang ditentukan Tuhan. Jadi tak ada ambisi yang muluk-muluk.
Ditanya tentang keinginan untuk maju dalam pemilu tahun 2024 mendatang, kak Yani hanya tersenyum manis tanpa memberikan jawaban pasti. “ Lihat besok aja gimana ya,” katanya. (NJ25)


