18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Djadjat Sudradjat Soroti Bahaya Anak-anak dengan Prokes yang Lemah

NASDEM.JATENG.ID – Sekretaris DPD NasDem Banyumas Djadjat Sudradjat menilai alangkah bahayanya penerapan prokes yang lemah bagi anak-anak. Dalam keseharian Djadjat melihat masih banyak anak-anak yang bermain di ruang publik bergerombol tanpa memakai masker. Mereka lepas dari pengawasan orang tua dan negara.Tidak hanya di desa tapi juga di kota.

Ini tentu menjadi persoalan serius mengingat anak-anak yang terpapar Covid-19 jumlahnya meningkat. Kak Djadjat melihat ini membuktikan kurangnya pengawasan dari negara (terutama Tim Gugus Covid-19) dan para orangtua terhadap anak-anak. Ia mengimbau para orangtua harus mengedukasi anak-anak akan bahayanya tanpa disiplin protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, anak-anak adalah masa depan bangsa. Dengan hanya orang tua yang terpapar saja, tererlebih meninggal, anak-anak paling merasakan dampaknya. Secara ekonomi jatuh, secara kasih sayang hilang. Terlebih lagi jika anak juga niterpapar. Sementara dengan sistem pembelajaran online saja, anak-anak telah mengalami banyak kerugian.

Kak Djadjat yang juga anggota DPRD Kabupaten Banyumas mengatakan hal itu berkaitan dengan Hari Anak Nasional, pada 23 Juli. Djadjat melihat sendiri di banyak tempat anak-anak yang abai menerapkan prokes sementara para orangtua kurang melakukan proteksi dan edukasi.

Di dapilnya Kak Djadjat bahkan mendapat laporan ada orangtua yang ke mana-mana tidak memakai masker padahal anaknya terpapar covid. Akhirnya berimbas pada saudaranya yang terpapar dan harus dirawat di rumah sakit. Itu sebabnya, data terpapar termasuk meninggal di Banyumas cukup tinggi. Kasus terpapar harian pernah mencapai 700 orang. Ada pun yang meninggal selama tiga pekan bulan Juli saja lebih dari 500 orang.

Selain itu, ungkap Kak Djadjat, ada beberapa kasus para orangtua yang menyembunyikan anggota keluarganya yang bergejala covid. Akibatnya bertransmisi ke banyak orang. Di sebuah grup WA keluarga, Djadjat menulis “Siapa pun yang ke mana-mana abai terhadap prokes dan menyembunyikan anggota keluarganya yang terpapar Covid, ia zalim atau kejam pada orang lain.”

Lewat imbauan di grup-grup WA atau bicara langsung Kak Djadjat mengingatkan, orangtua harus memberi edukasi pentingnya seluruh anggota keluarga menerapkan prokes yang ketat. Sebab, hari demi hari anak-anak yang terpapar covid meningkat. Terlebih ketika virus varian Delta sudah ditemukan di beberapa daerah, termasuk di Banyumas.

Data satgas Covid-19 pada 16 Juli 2021, mencatat ada 12,8% atau sekitar 351.336 kasus positif covid-19 terjadi pada anak usia 0–18 tahun. Dari jumlah itu anak meninggal mencapai 777 orang. Persentase angka kematian tertinggi terjadi pada kelompok usia 0–2 tahun, diikuti kelompok usia 16–18 tahun, dan usia 3–6 tahun. Persentasi 12% itu di atas angka terpapar di kalangan lansia, yakni 11,2%.

Berdasarkan sebarannya, ada 5 provinsi dengan jumlah kasus anak terkena covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Semua terjadi di Pulau Jawa. Ini artinya, di 5 provinsi ini proteksi terhadap anak-anak harus lebih ketat lagi.

Hasil Survei

Menurut survei global “Save the Children” pada 2020 di 46 negara, termasuk Indonesia, menunjukkan dampak pandemi yang tersembunyi langsung dialami anak-anak. Kekerasan domestik pada anak meningkat tiga kali lipat dari sebelum pandemi.

Menurut Kak Djadjat, tingginya anak-anak terpapar Covid, akibat pengawasan orang tua terhadap penerapan prokes anak-anak lemah. “Anggota keluarga yang pulang dari luar rumah, terlebih bagi orangtua yang masih bekerja, jangan langsung melakukan kontak dengan anggota keluarga lain sebelum membersihkan diri. Membuang masker pun harus di tempat khusus, juga meletakkan pakaian kotor yang dipakai selama bepergian,” kata mantan pemimpin redaksi Media Indonesia itu.

Para orang tua dan semua pihak juga harus melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anak yang bermain di sekitar rumah. Terlebih dengan munculnya virus korona varian Delta yang 55 persen lebih cepat penularannya. Para orangtua terutama harus tidak boleh lelah mengedukasi anggota keluarga tentang bahaya virus korona, terlebih varian Delta yang lebih berbahaya.

Di Jawa Tengah, yang tingkat vaksinasinya masih rendah, di bawah 20 persen, herd immunity (kekebalan kelompok), masih jauh lagi. Itu sebabnya kini andalan utama adalah keluarga dan masyarakat dengan disiplin menerapkan prokes yang ketat.

“Pandemi covid memaksa kita harus meningkatkan kebiasaan membersihkan diri dan lingkungan rumah lebih tinggi berkali lipat dibandingkan waktu sebelum pandemi. Perang terhadap Covid berarti kita harus menghadapinya dengan sistem kesehatan holistik,” tegas Kak Djadjat.*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top