JATENG.NASDEM.ID – Wakil Bidang Pemilih Pemula & Millineal Muktar Ghozali, SS punya kiat khusus untuk menarik lebih banyak orang bergabung dengan Partai NasDem.
Pria kelahiran Tegal, 27 Maret 1980, itu mengatakan mempunyai jurus jitu yakni dengan cara menjalin komunikasi lebih erat dengan komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Tegal.
“Banyak komunitas di sini ada komunitas motor, suporter bola, sepeda ontel, dan banyak lagi bisa kita dekati. Tidak ketinggalan juga remaja-remaja masjid. Kita juga akan menjalin komunikasi kesana,” katanya, disela-sela memantau pelaksanaan kegiatan Idul Adha di Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Tegal, Kamis (23/7).
Alumnus Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) ini menjelaskan kehadiran generasi milenial sebagai pemilih pemula berpotensi dapat meningkatkan perolehan suara partai pada ajang Pemilu 2024 mendatang. “Potensi tersebut dapat dimaksimalkan dengan dukungan keras dari segenap caleg, pengurus, dan kader partai,” kata ayah dua anak ini.
Ia mengatakan akan lebih sering melakukan kunjungan atau sosialisasi mengajak komunitas-komunitas untuk menjadi pemilih pemula dan anti golput di Pemilu 2024.
Kak Muktar yang mengawali kiprah politik tahun 2014 sebagai bendahara DPC Talang itu menjelaskan efek pandemi Covid-19 menghadirkan mosi tidak percaya kepada partai politik. “Ini beban kita semua, stake holter di partai politik harus bisa menjelaskan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap lewat Partai NasDem, semua sayap partai seperti Garda Pemuda dan Garnita Malahayati Bisa membantu peran partai untuk memberi pencerahan kepada masyarakat agar tidak alergi terhadap parpol.
“Partai politik disorot masyarakat, contohnya lewat kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengambil langkah PPKM. Masyarakat awam banyak mencerca kebijakan pemerintah ini. Nah, tugas kita ini sebagai pengurus partai membantu pemerintah untuk menyosialisasikan maksud dan tujuan pemerintah membuat kebijakan PPKM” ia menjelaskan.
Menurut Kak Muktar anak muda sekarang harus super kreatif mengembangkan bakat yang ada. “Terutama sekarang sebisa mungkin perbanyak kegiatan kegiatan positif lebih dikenalkan ke dunia politik,” katanya di akhir perbincangan. (NJ27)


