JATENG.NASDEM.ID – Kebijakan pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat (21–25 Juli 2021), diyakini bisa menumbuhkan kepercayaan pelaku pasar dan dunia industri terhadap keseriusan pemerintah dalam menanganai pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
‘’Di tengah-tengan kebingungan dan kegamangan publik serta upuya-upaya berbagai pihak untuk membangun distrust terhadap pemerintah, kebijakan perpanjangan PPKM darurat atau kini dilabeli sebagai PPKM Level Empat yang disampaikan Presiden Jokowi secara langsung itu, bisa menumbuhkan kepercayaan publik, pelaku pasar dan dunia internasional bahwa pemerintah tidak gamang dan tidak ragu dalam menangani pandemi Covid ini,’’ ujar kader muda Johana Wahyu Padmadhiani.
Kak Johana yang pernah mempelajari psikologi di Universitas Groningen Belanda itu mengatakan saat ini di dalam kondisi pagebluk dimana jumlah kematian setiap hari berkisar di angka seribu orang, dan puluhan ribu terinfeksi virus Corona, ditambah kegiatan ekonomi mandek, maka perasaan putus asa dan bingung menjadi kecenderungan umum di masyarakat.
‘’Dalam kondisi seperti ini, masyarakat mudah goyah. Mudah dimakan berbagai macam isu dan hoaks. Jadi memang, jika ada kelompok masyarakat yang masuk dalam segmen rebellion, saat ini adalah waktu yang sangat bagus untuk menggoyahkan keyakinan publik terhadap pemerintah,’’ ujarnya.
Karena itu, lanjut dia, ketika Presiden Jokowi secara langsung mengumumkan perpanjangan PPKM darurat itu, maka sedikit banyak akan menebalkan rasa keyakinan publik terhadap pemerintah. ‘’Apa yang disampaikan Pak Jokowi itu seperti semacam proklamasi tentang keadaan pemerintah, bahwa eksekutif masih ada, solid, dan berkuasa penuh,’’ ujarnya.
Johana mengakui, dampak yang ditimbulkan dari kebijakan PPKM darurat bisa dilihat dari dua perspektif, yaitu negatif dan positif.
Dari perspektif negatif, kata dia penerapan PPKM darurat atau PPKM Level Empat bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Namun dari perspektif positif dan optimistik, penerapan PPKM Darurat justru bisa menumbuhkan kepercayaan pasar terhadap berbagai kebijakan dan upaya pemerintah menurunkan kasus Covid-19.
‘’Penerapan PPKM Darurat menunjukkan pemerintah sangat serius menangani pandemi Covid-19. Kebijakan itu bukanlah lockdown, melainkan hanya pembatasan kegiatan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan, antara penyelesaian masalah kesehatan dan perekonomian,’’ katanya.
Pilihan diksi darurat atau level empat, Johana menambahkan, juga menunjukkan adanya kesungguhan, ketegasan serta kesegeraan. Dan yang terpenting semua langkah pemerintah dilakukan secara terukur, konsisten, dan transparan agar ekonomi bisa segera bangkit kembali.
“Kita lihat banyak rumah sakit sudah penuh, obatan-obatan dan oksigen sempat diperebutkan. Bayangkan jika tak ada PPKM Darurat, maka orang yang terpapar virus Corona diprediski makin membludak. Jangan sampai infrastruktur kita kolaps,” katanya.


