18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!
Sumber: Hipwee

NasDem Apresiasi Warga Salat Idul Adha di Rumah

JATENG.NASDEM.ID – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengimbau agar masyarakat melaksanakan salat Idul Adha di rumah dengan keluarga masing-masing. Atas imbauan itu, masyarakat tak perlu menggelar salat Idul Adha di masjid ataupun lapangan terbuka.

Menurut Wapres Ma’ruf, berjemaah merupakan hal yang sunnah, sementara itu menjaga diri dari Covid-19 merupakan hal yang wajib. Sehingga hal yang wajib hendaknya didahulukan daripada yang sunnah. Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan menghalangi masyarakat untuk beribadah, tetapi dengan tujuan menekan angka penularan Covid-19.

Hal ini tentu mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. terlebih tahun ini merupakan perayaan Idul Adha kedua di tengah pandemi. Hal ini juga diungkapkan oleh Ketua DPD NasDem Kabupaten Jepara Pratikno. Menurutnya, kepatuhan masyarakat terhadap imbauan ini bisa tercermin dari pelaksanaan PPKM saat ini.

“Ada beberapa evaluasi, ada yang belum mematuhi PPKM tersebut. Karena mungkin warga jepara meyakini bahwa salat di masjid lebih afdol, data kami 95 persen masjid di Jepara masih digunakan,” ujarnya, Senin (19/7).

Iduladha menurut Kak Pratikno merupakan salah satu perayaan yang dinanti-nantikan oleh umat muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Selama perayaan setahun sekali ini, umat muslim akan mengadakan salat dua rekaat pada pagi hari tepat tanggal 10 Dzulhijah.

Untuk itu ia tak bisa menjamin masyarakat akan mematuhi anjuran pemerintah untuk salat di rumah. “Saat ini saya no comment. Kalau pemerintah melarang ya sebetulnya niatnya bagus karena ada yang melanggar juga ya tidak efektif,” katanya.

Selebihnya, jika memang gelombang masyarakat yang memaksakan untuk melaksanakan salat Idul Adha berjamaah di masjid atau lapangan, Kak Pratikno menegaskan bahwa pengurus masjid perlu melakukan pengetatan protokol kesehatan.

“Walaupun sunnah tapi itu kan satu tahun sekali, misalnya umat islam kok tetap melaksanakan sholat Iduladha saya imbau tetap menggunakan prokes yang sangat ketat. Hal ini perlu di tekankan pada pengurus masjid,” katanya menegaskan.

Kak pratikno juga mengapresiasi masyarakat yang merayakan Iduladha dan menjalankan imbauan pemerintah dengan salat di rumah, tidak melaksanakan takbir keliling, dan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan dengan beberapa pembatasan.

Sebelumnya, ketentuan terkait peribadatan umat Islam saat Idul Adha telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

Tausiah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia juga mengeluarkan surat keputusan bernomor Kep-1440/DP-MUI/VII/2021 yang mengatur tentang Pelaksanaan Ibadah, Salat Idul Adha, dan Penyelenggaraan Qurban Saat PPKM Darurat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top