JATENG.NASDEM.ID – Tidak hanya pemerintah yang ditantang untuk menangani pandemi Covid-19, tetapi partai politik juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi memeranginya. Peran partai politik ini sempat dipertanyakan lewat meme ‘netizen +62’. Sarkas lewat media sosial itu menyindir partai politik dan politisi yang absen hadir membantu masyarakat di masa darurat Covid-19
“Tampak dalam satu bulan terakhir, banyak pengurus partai, kader partai, hingga politisi yang rencananya akan mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 bergerak turun ke masyarakat untuk menyosialisasikan bahaya Covid-19” ujar Wakil Kepala Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD NasDem Kabupaten Tegal Kak Kusnanto, Selasa (20/7).
Beberapa partai politik bahkan sudah secara formal menyampaikan instruksi dan membentuk program kerja khusus melawan Covid-19 termasuk partai besutan Surya Paloh yaitu dengan program nyata: ‘Gerakan Nasdem Peduli’.
“Langkah yang dijalankan partai ini patut mendapatkan apresiasi, terlebih lewat kegiatan Iduladha ini kita bisa saling berbagi. Namun ada catatan yang perlu dicermati. Misalnya, meskipun telah ada instruksi langsung dan program khusus melawan Covid-19 oleh partai, kegiatan yang dilakukan masih tampak tak dijalankan secara terstruktur.” katanya.
Kinerja partai politik saat ini tak hanya dilihat publik dari seberapa besar partai memberikan bantuan sosial di masyarakat, tetapi juga seberapa jauh partai menjalankan fungsinya dalam proses pembuatan dan kontrol kebijakan terkait isu Covid-19. Hal ini patut disoroti terutama melihat perkembangan banyaknya problem kebijakan yang berkaitan dengan COVID-19, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Kak Kusnanto yang kenyang berorganisasi itu mengatakan, pandemi ini menjadi peluang bagi partai politik untuk memperlihatkan jati diri dan memperbaiki citra di mata publik. Partai politik yang selama ini cenderung lekat dengan penilaian buruk sebagai entitas pragmatis dengan kinerja rendah, dapat membuktikan hal yang sebaliknya.
Menurut Kak Kusnanto, citra yang baik ini hanya terbentuk, bila partai secara serius menjalankan program ‘melawan’ Covid-19 dengan memanfaatkan kekuatan organisasi, serta tetap menjaga integritas organisasi. “Kita tunggu saja apa pilihan mereka di masa pandemi Covid 19 ini. Masihkah rakyat mempercayai partai politik atau sebaliknya,” katanya. (NJ27)

