JATENG.NASDEM.ID – Idul Adha 1442 H tahun ini kembali berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19. Pemerintah mengeluarkan berbagai ketentuan terkait pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.
Bagi daerah yang tengah melaksanakan PPKM Darurat, pelaksanaan salat Iduladha berjamaah di masjid dan lapangan serta takbir keliling ditiadakan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai Covid-19. Sebagai gantinya, pemerintah meminta masyarakat untuk melaksanakan salat Id di rumah bersama keluarga atau munfarid (sendiri).
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021, daerah yang dinyatakan sebagai zona oranye atau hijau dapat melaksanakan salat Id di lapangan terbuka atau masjid.
Ketentuan yang ditetapkan pemerintah itu mendapat dukungan penuh Ketua DPW NasDem Jateng Setyo Maharso.
Menurut Kak Maharso, pengurus, dan anggota NasDem harus mendukung pemerintah dan menjaga kondusifitas masyarakat demi memutus mata rantai Covid-19.
“Kita ikut keputusan pemerintah. Untuk zona merah tidak boleh mengadakan salat Id. Kegiatan yang menyebabkan kerumunan bisa dihindari, salah satunya adalah salat Id di rumah,” ujarnya, Senin (19/7).
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat Choirul Muna mengungkapkan bahwa pelaksanaan salat Iduladha tak harus dilaksanakan di masjid atau lapangan. Terlebih lagi salat ini merupakan sunnah muakad yang tidak harus dilaksanakan.
“Tidak harus salat Idul Adha di masjid. Karena salat Idul Adha itu hukumnya sunnah bukan wajib. Tidak salat Id juga tidak apa-apa,” kata lelaki yang akrab disapa Gus Muna ini.
Menurutnya, selain salat Iduladha yang hanya dilaksanakan setahun sekali, masih banyak salat sunah yang bisa dilaksanakan tiap hari. “Saya harap masih banyak hal dan ibadah lain seperti salat tahajud salat duha yang lebih utama dan bisa dilakukan tiap harinya. Salat Iduladha hanya salat muakad dan bukan kewajiban yang harus dilakukan,” ia menegaskan.
Khusus untuk zona hijau dan oranye, Gus Muna berpesan agar pelaksanaan salat Idul Adha dapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sementara untuk kader NasDem, ia berpesan agar menjadi contoh bagi masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

