JATENG.NASDEM.ID – Masyarakat sempat digegerkan dengan kritik yang dilontarkan oleh BEM Universitas Indonesia yang mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo merupakan ‘King of Lip Service’. Meski kritik merupakan hal yang lumrah, tetapi aksi yang dilakukan ini dirasa berlebihan dan kurang etis.
Menurut Ketua Liga Mahasiswa NasDem Jawa Tengah Muhamad Solechan apa yang disampaikan BEM UI cukup disayangkan. “Di satu sisi kita sama sama memahami tentang hak dan kewajiban mahasiswa ketika dihadapkan dengan penguasa. Hanya sangat disayangkan, aspirasi itu disampaikan kurang relevan dengan kondisi dan situasi saat ini,” katanya.
Solechan mengatakan dalam situasi yang serba sulit ini, seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa sebaiknya fokus pada penanganan pandemi ketimbang mencibir presiden. “Sangat disayangkan, jika mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan pengontrol kehidupan sosial menutup mata dengan dampak yang ditimbulkan oleh pendemi ini,” ia menekankan.
Aktivis dengan berbagai gerakan kemahasiswaan ini mengutuk sikap hipokrit mahasiswa dengan segala trennya. Terlebih banyak BEM yang ikut-ikutan mengkritik dengan cara yang sama. Bentuk aksi memang berbeda-beda, katanya, tetapi hal yang paling fundamental untuk diketahui sebelum melakukan aksi adalah mencari fakta terlebih dahulu.
“Mengkritiklah dengan data yang akurat, jangan hanya sekedar bersandar pada ungkapan jarene (katanya),” ujar lelaki berkacamata ini.
Kak Solechan mengajak kepada seluruh mahasiswa di bawah naungan LMN untuk fokus pada penanganan Covid-19. Tak lupa ia juga mengucapkn terimakasih pada aktivis LMN yang telah mendarmabaktikan jiwa dan raga untuk menjadi relawan Covid-19.
“LMN mengambil sikap untuk mendukung upaya-upaya pemerintah dalam ikhtiar penanganan pandemi Covid 19, terlebih upaya penyetabilan kondisi ekonomi- sosial masyarakat sekarang ini. Kami bersama partai NasDem bahu membahu memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid, terutama masyarakat kurang mampu,” pungkasnya.

