JATENG.NASDEM.ID – Ketua Bidang Pemilih Pemula & Milenial DPP Partai NasDem Lathifa Al Anshori merilis salah satu konten terbaru berupa Sekolah Politik Jalanan Lathifa (SPJL) di kanal YouTubenya Lathifa Anshori. Sesuai dengan judulnya, Lathifa membahas tentang dunia politik, yang secara khusus berisikan jawaban dari pertanyaan anak-anak muda, yang penasaran tentang politik di Indonesia.
Dalam membuat SPJL, Kak Lathifa mengaku ide dan inspirasinya berasal dari banyaknya pertanyaan warganet di akun media sosialnya, yang jawabannya, menurutnya, akan sulit untuk didapatkan dari orang yang tidak bergelut di dunia politik.
“Saya ingin membuat konten yang mudah diakses dan dicerna oleh anak-anak muda. Mereka (netizen) yang bertanya seputar politik ke saya itu biasanya di TikTok atau Instagram. Karena keterbatasan waktu konten yang diberikan kedua platform itu membuat saya tak dapat memberikan jawaban yang lengkap, oleh karenanya, saya membawa pertanyaan-pertanyaan seputar politik tersebut ke channel YouTube saya ‘Lathifa Anshori’. Khususnya di playlist ‘Sekolah Politik Jalanan Lathifa’ atau SPJL,” ujarnya, Jumat (16/7).
Lathifa mengungkapkan bahwa anak-anak muda yang bertanya di SPJL ini dipilih acak secara langsung. Di lakukan di jalanan dan tidak ada setingan didalamnya. Pemilihan jalanan sebagai latarnya dalam menjawab pertanyaan juga sejalan dengan keinginan Lathifa yang ingin membuat sesuatu yang berbeda dalam membahas politik pada umumnya.
“Dalam SPJL ini saya jawabnya riil di jalanan, di depan dan samping mobil-mobil yang lewat melaju dengan kencang, dan hal itu secara tidak langsung menghadirkan tantangan dan memacu adrenalin saya selama menjawab pertanyaan. Saya memilih jalanan juga itu karena memang inginnya membuat suatu konsep yang berbeda, tidak lagi dilakukan di studio. Ini adalah konsep baru yang menyegarkan audiens,” tandas Kak Lathifa.
Tujuan utama Lathifa membuat SPJL ini pada hakikatnya adalah supaya Generasi Z dan milenial bisa lebih paham seluk beluk politik, yang tak mereka temukan jawabannya di buku atau bahkan Google. Ditambah lagi, semua pengetahuan tentang politik ini dapat diraup secara gratis.
“Banyak orang yang belum mendapatkan pendidikan politik karena tidak tahu kemana harus mendapatkannya. Walaupun hal-hal sederhana. Ada kelas pendidikan politik berbayar yang ditawarkan oleh partai-partai lainnya, bahkan hingga puluhan juta rupiah. Kalau di NasDem itu gratis, ada juga Akademi Bela Negara NasDem. Jadi dapat pengetahuan politik itu juga sama bisa seperti belajar daring di YouTube, gratis.” ujarnya
Ia berharap, dengan hadirnya SPJL, anak-anak muda bisa lebih paham soal politik dan tidak ikut berkomentar soal politik tanpa mengetahui betul bagaimana politik itu sebenarnya, apalagi dibumbui hoaks.
SPJL juga diharapkan Lathifa dapat membuka wawasan anak-anak muda, bahwa ada karir yang bisa ditempuh di politik dan juga ada kebersamaan yang bisa mereka lihat dan rasakan, ketika bergabung dengan partai politik ataupun pemerintahan nantinya.


