JATENG.NASDEM.ID – NasDem akan menjadi teman seperjalanan bagi warga Jawa Tengah yang sedang menjalani isolasi mandiri dan masyarakat yang berdiam di rumah terkait dengan diterapkannya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, mulai hari ini hingga 20 Juli 2021.
‘’Sebagai bagian dari masyarakat Jateng, NasDem memberikan dukungan terhadap kebijakan ini dan kami serukan kepada seluruh kader untuk menjalankannya dengan tinggal dan menjalankan aktivitas dari rumah,’’ ujar Ketua DPP NasDem Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto, Jumat (2/7).
“Namun demikian, sebagai bentuk belarasa NasDem kepada seluruh warga, NasDem tetap memantau kondisi di lapangan dan jika memang ada yang perlu dibantu, kami akan mengupayakannya,” kata Sugeng menambahkan.
Menurut Sugeng Suparwoto, kendati kantor-kantor NasDem di Jateng tidak sepenuhnya bekerja dalam rangka menjalankan PPKM darurat, tetapi struktur tetap bekerja kendati dikendalikan dari kediaman masing-masing. ‘’Dalam kemajuan teknologi komunikasi seperti sekarang ini, memberikan kemungkinan kepada kita untuk tetap bisa berkoordinasi dengan baik kendati tidak ada tatap muka atau berada dalam tempat yang sama,’’ katanya.
Ketua Komisi VII DPR RI itu berpendapat dengan diberlakukannya PPKM darurat itu maka akan menebalkan jumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan, karena selain ada lapis masyarakat yang sedang menajalani masa isolasi mandiri juga ada masyarakat tidak mampu yang semakin terdampak dengan kebijakan tersebut.
Terkait dengan kondisi itu, Kak Sugeng demikian ia sering disapa, mendorong segenap lapisan masyarakat dan berbagai komunitas yang memiliki kemampuan lebih secara finansial dan akses, dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan dan aturan dalam PPKM, bisa ikut berperan lebih aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Demikian pula halnya, kata politikus yang pernah memimpin kelompok media di lingkungan Media Group ini, kepada kader dan struktur NasDem untuk tetap memantau kondisi wilayahnya masing-masing, sehingga jika ada situasi yang mendesak bisa secepatnya untuk dikoordinasikan.
‘’Bisa saja ada warga yang membutuhkan bantuan ambulans, obat-obatan, kebutuhan logistik, atau sekadar menjadi teman untuk saling bersapa. Mereka yang sedang terpapar Covid–19 itu ada yang tidak membutuhkan bantuan materi atau yang berujud fisik, tetapi yang dibutuhkan adalah perhatian, sekadar sapaan sebagai tanda masih ada empati dari sesama warga,’’ katanya menjelaskan.
Menurut Sugeng, menjadi teman seperjalanan warga Jateng dalam melakoni hidup di bawah kebijakan PPKM itu juga tidak selalu harus diartikan seolah-olah harus merujuk ke bantuan logistik, tetapi juga empati dalam bentuk sapaan.
‘’Sebaiknya para pengurus memiliki nomor kontak dari masing-masing warga yang sedang menjalani isoman, coba kontak mereka, tanyakan kabar dan sebarkan pesan-pesan optimisme bahwa kehidupan akan segera kembali seperti sediakala,’’ katanya.
Menurut Sugeng Suparwoto, dalam kondisi saat ini, kesetiakawanan sosial nasional, harus dibangkitkan agar kita sebagai bangsa dapat segera memenangi ‘pertempuran’ melawan Covid-19.
“Wacana membingkai kembali ke Indonesiaan mendapatkan momentum ketika sebagai sebuah bangsa, kita sedang menghadapi masalah bersama yaitu Covid–19. Hendaknya semangat gotong royong yang menjadi penanda kehadiran kebangsaan kita, dapat kembali murup (menyala) sebagai motor penggerak kesetiakawanan sosial,’’ ujarnya menekankan.


