18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kordapil I NasDem Klaten Ubek-ubek Desa Pandes

JATENG.NASDEM.ID – NasDem Klaten terus bergerak membentuk kepengurusan di tingkat DPRt sekaligus sebagai upaya menambah jumlah perbendaharaan e-KTA di wilayah itu.

Setelah sebelumnya, Kordapil I Klaten Wisnu ngubek-ubek Desa Melikan, Dukuh Kuntulan dan sejumlah desa lainnya, Selasa (22/6) kamarin, Tim Pemenangan Dapil I turun ke Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten.

Di Desa ini, Kakak Wisnu bersama kader-kader NasDem setempat seperti Kakak Teguh (tokoh pemuda/karang taruna), Kakak Bayan, Kakak Tuginah membuat pemetaan terhadap situasi politik dan sosial di seluruh pedukuhan yang ada di Desa Pandes.

Kakak Wisnu mengatakan bahwa dalam pertemuan itu juga dibahas nama-nama yang diyakini murakabi untuk dijadikan sebagai team leader dalam rangka menyusun DPRt di Pandes. ‘’Team leader
ini jumlahnya sekitar tiga sampai lima orang, tugas utamanya adalah melengkapi kepengurusan di tingkat ranting Pandes menjadi 55 pengurus,’’ ujarnya.

Dalam kegiatan yang sepenuhnya disokong anggota DPRD Klaten dari NasDem Willy Paul Rindorino itu, kakak Wisnu juga menyampaikan pokok aturan yang harus dipahami ketika menunjuk kader sebagai pengurus partai.

‘’Tentu saja asal-usul, bibit dan bobot harus ditimbang. Tidak sekadar menampung orang-orang yang menyatakan mau tetapi tidak diketahui jejak rekamnya baik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan atau di keluarga,’’ katanya.

Selain itu, ia menjelaskan sesuai dengan aturan partai maka jumlah pengurus DPRt minimal 55 orang dan harus memperhatikan keterwakilan perempuan sebanyak minimal 30 persen. “Dan yang terakhir adalah, semua pengurus harus memiliki e-KTA,” ujarnya.

Menurut Kakak Wisnu, dalam pertemuan itu juga, kakak-kakak yang hadir langsung menyusun tabel yang berisi nama-nama warga Pandes di setiap padukuhan yang potensial dijadikan pengurus.

‘’Kakak-kakak yang hadir langsung membuat daftar nama-nama orang yang mereka kenal di hampir semua padukuhan yang ada di Pandes, jumlahnya lebih dari 55 orang. Nah, daftar itulah yang nantinya akan ditindaklanjuti sebagai pengurus DPRt,’’ ia menjelaskan.

Dalam rapat koordinasi itu, Kakak Wisnu juga memberikan penjelasan dasar tentang Partai NasDem serta sepak terjangnya di masyarakat, termasuk gagasan politik antimahar. ‘’Yang saya hadapi itu dalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pekerjaan lain yang setingkat dengan itu, karenanya dalam menjelaskan NasDem, saya menggunakan bahasa dan framing berfikir yang biasa mereka alami sehari-hari,’’ kata Wisnu.

Karena itu, persolaan yang saat ini riil dihadapi oleh masyarakat seperti sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi serta isu-isu lain digunakan sebagai belalai gajah untuk masuk ke dalam persoalan sebenarnya. ‘’Kemarin itu ada ibu-ibu yang mengejutkan saya karena bertanya tentang sikap NasDem tentang wacana penarikan pajak pertambahan nilai pada kebutuhan pokok termasuk beras,’’ ujarnya.

‘’Atas pertanyaan itu saya menjawab, bahwa pada dasarnya NasDem tidak sepakat dengan wacana pemerintah mengutip pajak pertambahan nilai untuk barang-barang kebutuhan pokok,” katanya menegaskan.

Sikap dasar NasDem itu, bukan karena sekadar rubuh-rubuh gedang artinya ikut arus kemana arah politik sedang berlangsung, tetapi merupakan sikap dasar dari keberadaan NasDem.

‘’Pak Surya Paloh pada 2011 mendirikan Partai NasDem dengan arah menjadikan partai ini sebagai gerakan perubahan. Perubahan dari apa? Perubahan dari sistem dan kelakuan praktik politik yang tidak mensejehaterakan rakyat ke praktik politik yang beroreintasi kepada kesejahteraan rakyat,’’ ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, para peserta yang hadir menunjukkan minat tinggi untuk mengetahui lebih dalam terkait dengan keberadaan NasDem dalam konstelasi politik Indonesia. ‘’Meskipun mereka tinggal di Kuntulan, yang sangat jauh dari pusat kekuasaan republik dan provinsi, namun pengetahuan mereka atas kehidupan politik nasional sangatlah tinggi. Selain itu, pemuda-pemuda di Wedi juga kritis terhadap keberadaan partai politik,” katanya.

Diskusi dengan bapak-bapak dan ibu-ibu di desa tersebut, lanjut Wisnu, berbekal dari apa yang sudah dilakukan oleh NasDem sejak keberadaannya pada 2011 hingga saat ini. ‘’Saya menunjukkan jiwa keberadaan NasDem adalah untuk membangun peradaban kebangsaan baru. Salah satunya adalah politik anti-mahar,’’ ia menekankan.

‘’Dengan politik anti-mahar maka akan mengurangi beban keuangan dalam konstelasi pilkada maupun pileg,” katanya menambahkan.

Wisnu menjelaskan setelah sesi bincang-bincang, sejumlah pemuda yang hadir menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari NasDem yang ditandai dengan pembuatan e-KTA. ‘’Kesamaan perasaan kami dalam menatap persoalan bangsa ini, serta mencarikan solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi negeri ini, berujung pada keputusan untuk bersama membesarkan NasDem Klaten,’’ ujarnya bersemangat.

Kabupaten Klaten menyediakan 50 kursi DPRD yang tersebar di lima daerah pemilihan. Pada Pileg 2019 lalu, NasDem berhasil mempertahankan satu kursi dari yang diraih pada Pileg 2014.

Secara wilayah adminstrasi, Kabupaten Klaten terbagi dalam 26 kecamatan dan 401 desa/kecamatan. Sedangkan dalam Pilkada 2020 lalu, jumlah pemilih di Klaten sebanyak 961.070 jiwa.

Pada Pileg 2019 lalu, dari 50 kursi yang disediakan DPRD Klaten, NasDem hanya kebagian satu kursi dari Dapil I atas nama Willy Paul Rindorino. Anggota termuda di DPRD Klaten itu juga yang memberikan support atas kegiatan-kegiatan yang dijalankan Kordapil I Klaten Wisnu.

Di Dapil I Klaten mencakup enam kecamatan yang terwakili oleh sebelas kursi DPRD kabupaten. Enam kecamatan itu adalah Kalikotes ( 7 desa ), Kebonarum (7), Klaten Selatan (12), Klaten Tengah (9), Klaten Utara (8), Ngawen (13), dan Wedi (19).

Sementara itu, Kordapil VII Jateng Fauzi Bayu mengatakan, di Kecamatan Wedi terdapat 19 desa dari 73 desa yang ada di Dapil I Klaten dengan enam kecamatan. ‘’Ini artinya, kami harus membentuk enam kepengurusan DPC dan 73 DPRt atau setara dengan 4.057 kader,’’ ujar Kakak Fauzi beberapa waktu lalu.

Sebab menurut dia, berdasarkan aturan partai, jumlah pengurus di setiap cabang sedikitnya terdiri atas tujuh orang, sedangkan untuk tingkat DPRt sebanyak 55 orang.

‘’Melengkapi struktur di Dapil I Klaten ini juga merupakan tantangan tersendiri, karena Klaten apalagi wilayah kota, sangat didominasi oleh satu partai politik tertentu. Warna merah di sini sangat kental sekali,” katanya.

Namun, menurut Kakak Fauzi, bukan hal yang mustahil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dibingkai oleh strategi yang jitu maka akan dapat diraih keberhasilan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top