JATENG.NASDEM.ID – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdjijat (Mbak Rerie) menyerahkan bantuan ambulans untuk masyarakat Kudus yang diterima oleh Bupati Kudus Hartopo, Senin siang (15/6) kemarin. Bantuan tersebut merupakan bentuk belarasa Mbak Rerie atas kondisi Kudus yang masih masuk ke dalam zona merah Covid-19.
Sebelumnya, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem itu juga sudah memberikan bantuan berupa alat medis seperti 10 ribu baju hamzat, dan ribuan N95. MBak Rerie juga memberi bantuan non medis, diantaranya tiga ton beras, biskuit, dan mie siap saji. Bantuan itu secara terpisah diterima oleh Bupati Kudus dan Komandan 0722 Kudus Letnan Kolonel Kaveleri Indarto.
Bupati Kudus Hartopo, saat menerima bantuan ambulans yang diserahkan anggota Fraksi NasDem Kudus Superiyanto, menyampaikan apresiasi tinggi atas kemurah-hatian Ibu Lestari Moerdijat dan besarnya perhatiannya terhadap kondisi Kudus.
‘’Mengingat kondisi Kudus yang masih masuk dalam zona merah Covid-19, mobil ambulans dari Mbak Rerie ini sangat bermanfaat dalam menangani pasien, karena kasus kematian hingga kasus penjemputan pasien hingga kini masih cukup tinggi. Bantuan dalam bentuk pinjaman ini diharapkan banyak memberi manfaat bagi Kudus,’’ ujar Hartopo.
Sementara itu, Superiyanto mengatakan bantuan ini adalah bentuk perhatian dari Mbak Rerie atas kondisi Kudus yang sampai saat ini masih masuk dalam zona merah Covid-19. ‘’Setiap hari beliau menelepon kami di Kudus untuk menanyakan kondisi terakhir, secara fisik, Mbak Rerie memang tidak ada di Kudus, namun hati dan perhatian beliau selama 24 jam tercurah untuk warga Kudus, Demak, dan Jepara, juga bagi masyarakat di Jawa Tengah yang juga tengah menghadapi amukan Covid 19,’’ katanya menekankan.
Terhadap bantuan ambulans itu, Mbak Rerie berharap dapat digunakan seoptimal mungkin sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.
‘’Kita berharap agar dengan dua ambulans ini, masalah penjemputan pasien dari rumah menuju rumah sakit bisa lebih dimudakan, demikian pula terkait dengan pemulasaraan jenazah khususnya untuk menghantarkannya dari rumah sakit menuju tempat pemakaman,’’ kata Superiyanto.
Terkait dengan kondisi Kudus saat ini, Superiyanto mengatakan, jika Mbak Rerie juga telah membentuk gugus tugas yang secara penuh 24 jam bertugas menghimpun informasi dari masyarakat tentang warga yang terdampak Covid.
‘’Gugus tugas ini tidak hanya mengurusi mereka yang terkena Covid dalam arti membantu proses pengobatannya tetapi juga memberikan perhatian kepada keluarganya dengan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari,’’ ujarnya.
Superiyanto menjelaskan gugus tugas ini, juga menjalin komunikasi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
‘’Alhamdulillah dalam menghadapi amukan Covid ini, seluruh elemen masyarakat Kudus sepertinya dipersatukan dan minum air yang sama untuk meringankan beban Kudus. Baik Polri, TNI, Pemkab, elemen masyarakat saling berbagi informasi terkait dengan perkembangan Covid ini, dan seolah-olah kami semua dipersatukan oleh satu semangat yang sama untuk segera memutus mata rangkai Covid ini,’’ ujarnya.
Hinga kini lonjakan kasus Covid 19 di Kudus terus terjadi, bahkan temuan kasus varian baru B.1617.2 atau virus Corona Delta yang berasal dari India ditemukan di Kudus. Diharapkan bantuan dua ambulans tersebut semakin mempercepat penanganan Covid-19 di Kudus.

