JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem Temanggung Rohimin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Froum Komunitas Peduli Nasib Buruh (Forkenab) Jateng melantik kepengurusan Forkenab se-Jateng di Kantor Kesbangpol Jateng, Senin (14/6) kemarin.
Acara pelantikan itu diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Dampak Covid-19 terhadap Ketahanan Ekonomi,” Bersama Forum Komunitas Petani dan Buruh ( Forkompenab) DPD Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kesbangpol Propinsi Jawa Tengah Haerudin, SH, MH. Dalam sambutannya, Haerudin berpesan agar diskusi ini berjalan lancar dan baik dalam mensikapi dampak Covid-19 ini terhadap ketahanan ekonomi.
Dalam kegiatan forum duskusi tersebut menghadirkan Nara sumber dari Universitas Satya Wacana Salatiga Bayu Wijayanto yang memaparkan hasil survei di daerah Salatiga. Salah satu hasil temuannya bahwa tingkat ekonomi daerah itu lebih baik tercermin dari istilah Aman, Iman, dan Imun, Aman (keamanan secara jasmaniah) Iman (ditunjang dengan kehidupan rohani yang kuat), dan Imun ( menjadi pembentuk imunitas tubuh untuk menangkal penyakit).
Nara sumber dari Forkompenab menghadirkan Ucok Silallahi. Ia banyak menyampaikan bukti nyata di lapangan betapa terasa dampak covid 19 terhadap ekonomi khususnya yang di alami para petani, nelayan, dan para buruh. “Dampak Covid-19 terjadi disemua bidang termasuk di bidang pertanian, para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk,” kata Ucok dalam paparannya.
Acara diskusi tentang Dampak Covid-19 terhadap ketahanan ekonomi, yang di gelar mulai pukul 9.00 WIB berlangsung hingga pukul 14.00 WIB. Acara dilanjutkan pelantikan pengurus Forum Komunitas Petani dan Buruh (Forkompenab) dari tingkat Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah.
Ketua Umum Forkompenab Rohimin berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar segera membuat program kerja unggulan agar bisa disinergikan dengan pengurus di tingkat Jawa Tengah.
Di antara program-program unggulan yang disampaikan dari masing-masing Kabupaten/Kota sangat beragam, salah satu program yang dimunculkan dari DPC Forkompenab Boyolali Mulyono. Ia menciptakan petani muda dengan menggandeng anak muda yang mau belajar di perguruan tinggi tentang pertanian dan dibiayai.
Hal tersebut sudah dilakukan Mulyono bekerjasama dengan Universitas Boyolali. Mulyono juga dikenal sebagai salah satu pegiat di bidang seni dan budaya wayang.

