JATENG.NASDEM.ID – Sebagai suatu tonggak sejarah, hari Lahir Pancasila diperingati oleh masyarakat Indonesia. Pemerintah telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional lewat Keppres nomor 24 tahun 2016.
Instansi pemerintah menyelenggarakan upacara bendera pada tanggal tersebut dan menggelar Pekan Pancasila, pada 29 Mei hingga 4 Juni.
Sebagai momen penting dalam sejarah bangsa, Ketua Garda Pemuda Jawa Tengah Dandan Febri H mengatakan masyarakat luas layak memperingati Hari Lahir Pancasila. Ia menjelaskan tak ada salahnya masyarakat ikut melaksanakan upacara meski tetapi dijalankan dengan memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi.
“Hari Lahir Pancasila ini tak kalah penting dari peringatan Kemerdekaan RI. Bahkan presiden menetapkannya sebagai hari libur nasional sehingga masyarakat kian sadar akan pentingnya Pancasila,” katanya.
Dandan mengimbau agar masyarakat turut menggelar upacara sederhana atau pengibaran bendera Merah Putih sebagai wujud cinta negara. “Masyarakat juga bisa ikut merayakan Hari Lahir Pancasila dengan cara yang sederhana. Tak perlu upacara yang ramai, cukup kibarkan bendera Merah Putih di depan rumah saya kira cukup,” ujar Ketua DPD NasDem Salatiga ini.
Menurutnya, kebijakan Presiden Joko Widodo dalam kaitanya dengan Pancasila layak diberikan apresiasi mengingat masyarakat kerap abai dengan peringatan hari bersejarah nasional yang penting dalam kehidupan bangsa. Apalagi dalam situasi saat ini, masyarakat dihadapkan dengan berbagai tantangan yang berpotensi menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air.
“Ditengah situasi sekarang ini, yang sudah mulai memudar wawasan kebangsaan, paham anti Pancasila dan separatisme bertebaran di seluruh pelosok negeri, masuk ke wilayah berbagai profesi dan pekerjaan, sudah seharusnya sikap cinta tanah air, seperti upacara bendera harus digalakkan kembali,” katanya.
Untuk itu, Dandan menambahkan, pendidikan politik dan nasionalisme perlu dipupuk sedini mungkin, “Saya sangat mendukung gerakan upacara yang dilakukan oleh instansi pemerintah. Seharusnya hal ini dimulai dari pendidikan yang paling dasar, misalnya tingkat SD hingga jenjang perguruan tinggi,” Dandan menambahkan.
Mengingat pudarnya rasa nasionalisme dan berbagai tantangan kebangsaan, Dandan mengingatkan kembali pentingnya napak tilas sejarah dan menghargai jasa para pahlawan dengan cara yang sederhana, contohnya adalah pengibaran bendera.
Di akhir perbincangan, Dandan menekankan tentang pentingnya penanaman nilai dari 5 sila dalam Pancasila sejak dini sehingga semangat nasionalisme tidak luntur.
