JATENG.NASDEM.ID – Pengurus Partai NasDem dan PKS Jawa Tengah menggelar silaturahmi pada Kamis (27/5) kemarin Kedua parpol memboyong para punggawanya dalam pertemuan di kantor DPW NasDem Jawa Tengah, di Tawangsari, Kota Semarang itu.
Kunjungan PKS ini merupakan tindak lanjut dari lawatan pengurus PKS Pusat ke NasDem Pusat pada April 2021 lalu. Dalam kunjungan ini, kedua belah pihak menyetujui beberapa poin utama. Diantaranya adalah pengawalan sektor ekonomi di Jateng.
Ketua DPW NasDem Jawa Tengah Setyo Maharso mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki road map pembangunan Jawa Tengah dan mengharapkan ada kekompakan parpol untuk mengawal hal ini sesuai visi misi gubernur.
Selanjutnya, kedua partai sepakat bahwa kunjungan tersebut merupakan awal yang baik untuk mengawal berbagai pesta politik tingkat daerah hingga nasional. “Pertemuan ini bisa menjadi awal silaturahim kita baik di legislatif dan eksekutif, terutama menjelang pemilu, pilkada dan pilgub yang bersamaan,” ujar Maharso.
Meski menurut Maharso hubungan baik NasDem dan PKS sudah terjalin dari berbagai momen politik yang lalu, namun pihaknya yakin silaturahmi ini menjadi awal kolaborasi yang baik antar kedua partai untuk menyambut pesta demokrasi mendatang.
“Mudah-mudahan nanti di Pilakda serentak 2024 yang harusnya ada di 2022 dan 2023, kita mencari mana yang bermanfaat untuk masyarakat. Tentunya, Partai NasDem akan berdiri di belakangnya,” Maharso menambahkan.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Haris menyatakan rasa gembira karena kedatangannya diterima dengan baik oleh DPW NasDem Jateng. Pihaknya memaknai pertemuan tersebut sebagai jalinan silaturahmi yang baik, terlebih masih dalam suasana Lebaran.
Haris menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan mencari titik temu untuk membangun Jawa Tengah yang sejahtera. “Tentu untuk menjalin silaturahim masih dalam suasana bulan Syawal dan mencari titik temu karena kita sama-sama punya komitmen untuk membangun Jateng yang lebih sejahtera,” tutur Haris.
Meskipun politik di Jawa Tengah sangat dinamis, tetapi melalui pertemuan tersebut dapat menjadi ajang untuk merekatkan NasDem dan PKS di Jawa Tengah.
Selanjutnya Haris menyampaikan bukan tak mungkin di pesta demokrasi 2024 mendatang akan ada hal yang dapat dikerjasamakan. “2024 pemilu serentak pertama kali kita bisa sharing saling belajar, kerjasama, mungkin ada titik tertentu yang bisa kita kerjasamakan,” katanya.
“Politik sangat dinamis tapi ini adalah pembicaraan awal untuk merekatkan antara PKS dan NasDem di Jateng,” ujarnya menekankan.
Di akhir pertemuan, kedua pimpinan partai sepakat bahwa pertemuan tersebut dapat menjadi awal kerjasama di bidang eksekutif, legislatif, maupun di tingkat partai.
